- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Mantan Kadis PUPR Jadi Tersangka, LSM GPI Apresiasi Kinerja Kejari Kabupaten Blitar

Keterangan Gambar : Mantan Kadis PUPR Jadi Tersangka, LSM GPI Apresiasi Kinerja Kejari Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Babak baru Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar telah menjebloskan seorang lagi pelaku tindak pidana korupsi Dam Kali Bentak yakni mantan Kepala Dinas PURR Kabupaten Blitar Dicky Cubandono mendapat respon positif dari pegiat Lembaga Sosial Masyarakat ( LSM ) Gerakan Pembaruan Indonesia ( GPI ), Jaka Prasetya selaku Ketua LSM GPI ini menyampaikan hal ini dalam konfrensi pers do salah satu tempat di Kota Blitar Kamis malam ( 17/09/25 ).
"Kami sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar, terus bekerja menuntaskan kasus korupsi proyek Dam Kali Bentak dengan kerugian negara 5,1 milyar rupiah lebih,"ungkap Jaka.
Jaka juga mengingatkan kepada apara penegak hukum agar tidak bermain main dalam menangani kasus kasus korupsi, karena masyarakat Blitar sudah lelah dan terlalu lama menderita akibat pejabatnya banyak berlaku korup.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
"Dalam kasus korupsi Dam Kali Bentak kami terus mendorong agar Kejari tidak berhenti menguak kasus ini hanya menangkap ikan terinya saja, kami yakin Kejaksaan juga sangat berani menangkap Hiunya, Kajari yang Baru masih fresh saya harap tidak terkontaminasi," Tandasnya.
Menetapkan nama Dicky Cubandono sebagai tersangka memang sudah diprediksi sejak awal. Hal ini didasarkan pada fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, di mana keterangan beberapa terdakwa sebelumnya mengungkap adanya peran pejabat lain di balik proyek DAM Kali Bentak.
“Sejak awal kami sampaikan, kemungkinan ada tersangka baru itu terbuka lebar. Dan kini terbukti. Fakta hukum di persidangan jelas menunjukkan adanya pihak lain yang patut dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Jaka juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya persidangan hingga tuntas, serta mengingatkan pemerintahan baru Kabupaten Blitar untuk tidak bermain-main dengan praktik korupsi.
“Kami ingatkan pemerintah yang baru, jangan sekali-kali main-main dengan korupsi. Kalau ada pejabat yang masih berani menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok, akan kami bongkar. Rakyat Blitar sudah cukup lama menderita akibat pejabat korup,” tegasnya.
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru lainnya jika di persidangan ditemukan bukti yang kuat.
“Saat ini mungkin baru ikan-ikan kecil yang ditangkap, tapi kita berharap di akhir nanti Kejari Blitar juga mampu menyeret ‘ikan besar’ yang selama ini bersembunyi di balik proyek tersebut,” pungkas Jaka.
Dengan ditetapkannya DC, jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi DAM Kali Bentak kini mencapai enam orang. Kasus ini sebelumnya telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp5,1 miliar. Siapa giliran tersangka baru berikutnya masih dalam agenda pengawalan GPI . (za/mp)

.jpg)


.jpg)





.jpg)





