- YPPM Tegas Buka Suara Soal Polemik UNMA : Tolak Intimidasi, Tegakkan Legalitas Kampus
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Festival Walet Emas 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur
- Pamit ke ATM, Motor Dibawa Kabur! Aksi Licik Curanmor PCX di Majalengka Berakhir Diborgol Polisi
- Raker ke- X Forwat digelar, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- HUT ke-65 Bank Jakarta Diwarnai Aksi Sosial untuk Sahabat Disabilitas
- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
Kisruh Revitalisasi, Pedagang Terbelah Menjadi dua Kubu

Keterangan Gambar : Kondisi ratusan kios yang diperuntukan bagi pedagang komuditi non makanan masih terlihat kosong.
MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang, Pasar Kemis,- Kendati lokasi penampungan pasar sementara yang diperuntukan bagi para pedagang terbilang bersih, representatif, dan nyaman namun kurang mendapat respon positif dari pedagang pasar kota bumi yang memilih bertahan ditempat yang lama.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada kamis (5/10/2023), ratusan kios yang diperuntukan bagi pedagang komuditi non makanan masih terlihat kosong.
Berbeda dengan kios dan los komoditi makanan yang beberapa diantaranya terlihat sudah hampir terisi penuh oleh para pedagang yang memilih pindah dan mendukung revitalisasi pasar.
Baca Lainnya :
- Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Warga Keluhkan Sulitnya Tanda Tangan Kades Kandawati dan Dugaan Jatah Rp1.200 per Meter
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Tanggapi Perampasan Kendaraan, Kapolsek Pasar Kemis Siap Brantas Premanisme
Namun begitu, aktifitas penjualan lokasi penampungan bagi para pedagang pasar yang mendukung revitalisasi terbilang sepi jika dibandingkan dengan aktifitas pasar yang secara aturan sudah harus dikosongkan sejak beberapa bulan lalu.
Hal itu dibenarkan Misbah salahseorang pedagang sayuran di penampungan pasar sementara Kuta Bumi yang berharap aktifitas berjualan kembali seperti semula.
"Omset turun sampe 70 persen lebih, kami disini karena kita mengikuti aturan tapi kok malah jadi kayak gini," ungkap Misbah.
Misbah menuturkan, jika dirinya merasa dirugikan dengan kondisi tersebut, pasalnya selama kurang lebih sebulan ini sebagian besar sayuran yang dijualnya terpaksa dibuang lantaran layu dan busuk.
"Kita juga bingung dah kalau gini terus mah," kata Misbah.
Ia menilai, kondisi sepinya pasar penampungan yang saat ini menjadi keresahan dirinya dan pedagang lainnya lantaran kurangnya sosialisasi dan ketegasan dari perumda niaga Kertaraharja.
"Atuh inimah kayak kita dibohongin sama PD pasar, katanya pasar yang lama mau dibongkar dan ditutup nyatanya sampe sekarang masih kaya biasa," ungkap Misbah yang mengaku sudah lebih dari 10 tahun berjualan di pasar Kotabumi yang rencananya akan direvitalisasi.
Disisi lain, dirinya mengaku tidak dapat kembali membuka lapaknya ditempat yang lama lantaran khawatir akan intimidasi dari para pedagang yang memilih bertahan di pasar yang hendak direvitalisasi.
"Gimana mau balik lagi, yaudah ngga bisa lah, pedagang disana udah pasti marah sama kita yang memilih nurut anjuran pemerintah untuk pindah ke penampungan," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan ketua Paguyuban Para Pedagang Pasar Kuta Bumi (P4KB) Rudy Hartono yang mengaku menjadi korban atas ketidakmampuan dan ketegasan pemerintah dalam menjalankan apa yang sudah ditetapkan.
“Kami berharap ada ketegasan dari Pemkab untuk segera memindahkan para pedagang yang masih beraktivitas untuk bersama kami yang sudah pindah,”ucap Rudy
Terpisah, Prihanto salahseorang pedagang yang memilih bertahan dipasar memilih menolak pindah lantaran saat ini dirinya dan ratusan pedagang lainnya tengah menempuh upaya hukum atas rencana revitalisasi pasar tersebut.
"Kami minta perpanjangan izin pemakaian ruang dagang karena kondisi bangunan masih sangat layak," tegasnya.
Menurut Prihanto rencana Revitalisasi Pasar Kuta Bumi harus dibatalkan lantaran ia menilai rencana tersebut merupakan Pemaksaan kehendak Sabotase untuk keuntungan diri pribadi dan kelompok dengan cara-cara Rekayasa data-data dan cara-cara premanisme sehingga terjadi Tragedi berdarah, perusakan, penjarahan. ** (Jhn)

















