- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Kisruh Revitalisasi, Pedagang Terbelah Menjadi dua Kubu

Keterangan Gambar : Kondisi ratusan kios yang diperuntukan bagi pedagang komuditi non makanan masih terlihat kosong.
MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang, Pasar Kemis,- Kendati lokasi penampungan pasar sementara yang diperuntukan bagi para pedagang terbilang bersih, representatif, dan nyaman namun kurang mendapat respon positif dari pedagang pasar kota bumi yang memilih bertahan ditempat yang lama.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada kamis (5/10/2023), ratusan kios yang diperuntukan bagi pedagang komuditi non makanan masih terlihat kosong.
Berbeda dengan kios dan los komoditi makanan yang beberapa diantaranya terlihat sudah hampir terisi penuh oleh para pedagang yang memilih pindah dan mendukung revitalisasi pasar.
Baca Lainnya :
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Kantah Kab Tangerang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Pengaduan
- DLHK Kab.Tangerang Sebut Peternakan Sapi di Kelapa Dua Belum Ada Ijin
- Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Warga Keluhkan Sulitnya Tanda Tangan Kades Kandawati dan Dugaan Jatah Rp1.200 per Meter
Namun begitu, aktifitas penjualan lokasi penampungan bagi para pedagang pasar yang mendukung revitalisasi terbilang sepi jika dibandingkan dengan aktifitas pasar yang secara aturan sudah harus dikosongkan sejak beberapa bulan lalu.
Hal itu dibenarkan Misbah salahseorang pedagang sayuran di penampungan pasar sementara Kuta Bumi yang berharap aktifitas berjualan kembali seperti semula.
"Omset turun sampe 70 persen lebih, kami disini karena kita mengikuti aturan tapi kok malah jadi kayak gini," ungkap Misbah.
Misbah menuturkan, jika dirinya merasa dirugikan dengan kondisi tersebut, pasalnya selama kurang lebih sebulan ini sebagian besar sayuran yang dijualnya terpaksa dibuang lantaran layu dan busuk.
"Kita juga bingung dah kalau gini terus mah," kata Misbah.
Ia menilai, kondisi sepinya pasar penampungan yang saat ini menjadi keresahan dirinya dan pedagang lainnya lantaran kurangnya sosialisasi dan ketegasan dari perumda niaga Kertaraharja.
"Atuh inimah kayak kita dibohongin sama PD pasar, katanya pasar yang lama mau dibongkar dan ditutup nyatanya sampe sekarang masih kaya biasa," ungkap Misbah yang mengaku sudah lebih dari 10 tahun berjualan di pasar Kotabumi yang rencananya akan direvitalisasi.
Disisi lain, dirinya mengaku tidak dapat kembali membuka lapaknya ditempat yang lama lantaran khawatir akan intimidasi dari para pedagang yang memilih bertahan di pasar yang hendak direvitalisasi.
"Gimana mau balik lagi, yaudah ngga bisa lah, pedagang disana udah pasti marah sama kita yang memilih nurut anjuran pemerintah untuk pindah ke penampungan," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan ketua Paguyuban Para Pedagang Pasar Kuta Bumi (P4KB) Rudy Hartono yang mengaku menjadi korban atas ketidakmampuan dan ketegasan pemerintah dalam menjalankan apa yang sudah ditetapkan.
“Kami berharap ada ketegasan dari Pemkab untuk segera memindahkan para pedagang yang masih beraktivitas untuk bersama kami yang sudah pindah,”ucap Rudy
Terpisah, Prihanto salahseorang pedagang yang memilih bertahan dipasar memilih menolak pindah lantaran saat ini dirinya dan ratusan pedagang lainnya tengah menempuh upaya hukum atas rencana revitalisasi pasar tersebut.
"Kami minta perpanjangan izin pemakaian ruang dagang karena kondisi bangunan masih sangat layak," tegasnya.
Menurut Prihanto rencana Revitalisasi Pasar Kuta Bumi harus dibatalkan lantaran ia menilai rencana tersebut merupakan Pemaksaan kehendak Sabotase untuk keuntungan diri pribadi dan kelompok dengan cara-cara Rekayasa data-data dan cara-cara premanisme sehingga terjadi Tragedi berdarah, perusakan, penjarahan. ** (Jhn)








.jpg)








