- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Kementan Perkuat SDM Pertanian Lewat Pembinaan P4S di Tasikmalaya
.jpg)
Keterangan Gambar : Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementerian Pertanian bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kunjungan kerja ke dua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kota Tasikmalaya
MEGAPOLITANPOS.COM, Lembang– Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementerian Pertanian bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kunjungan kerja ke dua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kota Tasikmalaya, yakni P4S Assalam dan P4S Enoi Hikari Ikamaja, Jumat (5/9/2025).
Kunjungan ini bertujuan memperkuat peran P4S sebagai mitra strategis Kementan dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian, mendorong penerapan teknologi dan inovasi, serta menciptakan sistem pelatihan dan permagangan yang efektif.
Sejak berdiri tahun 2019, kedua P4S tersebut telah menjadi pusat pembelajaran berbasis masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Baca Lainnya :
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
P4S Assalam, dipimpin Pandu Rahayu, fokus pada usaha peternakan domba doppler dan kambing perah dengan omzet mencapai Rp300 juta per tahun. Lembaga ini aktif bermitra dengan Polbangtan, Unpad, Unper, Unsoed, SMK Peternakan, hingga kelompok tani untuk program magang dan pengembangan peternakan.
Sementara P4S Enoi Hikari Ikamaja yang digagas Dadan Ridwan, alumni magang Jepang Kementan, bergerak di bidang pelatihan budidaya tanaman, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pertanian. Dengan dukungan program YESS PPIU Jawa Barat dan jejaring SMK pertanian, lembaga ini aktif menyebarkan inovasi teknologi ke masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa P4S terbukti menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di akar rumput.
“P4S adalah bukti nyata pelatihan berbasis masyarakat yang mampu melahirkan petani muda terampil, mandiri, dan berdampak positif bagi lingkungannya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, yang menilai peran P4S vital dalam regenerasi petani.
“P4S bukan hanya mencetak petani, tapi juga wirausaha muda pertanian yang siap bersaing,” jelasnya.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah menambahkan, ke depan P4S harus menjadi wadah permagangan, pusat penyebaran inovasi, sekaligus pencetak petani milenial yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
Ia juga menekankan bahwa program utama Kementan 2026 akan fokus pada hilirisasi perkebunan, khususnya bawang putih dan cabai. Untuk itu, UPT pelatihan didorong memperbanyak skema pelatihan berbasis kerja sama, memperluas jejaring, serta meningkatkan kompetensi SDM pelatihan.
Kunjungan Kapuslatan ke P4S di Tasikmalaya ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran P4S dalam mendukung pembangunan SDM pertanian Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, kedua P4S diharapkan dapat menjadi model pelatihan berbasis masyarakat yang mampu mencetak petani milenial unggul, menuju pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















