- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
.jpg)
Keterangan Gambar : Said Iqbal Siap Kawal Upah Layak dan Perlindungan Buruh
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Usai pelantikan, Said Iqbal menyampaikan bahwa dirinya akan segera memberikan laporan, pandangan, serta analisis kebijakan kepada Presiden terkait berbagai isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, salah satu perhatian utama yang akan disampaikan kepada Presiden adalah target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan pemerataan kesejahteraan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata dan kesetaraan kesempatan bagi setiap orang. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,” ujar Said Iqbal.
Ia menilai kesejahteraan buruh ke depan harus bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Ketiga aspek tersebut akan menjadi fokus utama dalam memberikan masukan dan rekomendasi kepada Presiden.
“Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan, memberikan saran-saran, pendapat, dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh,” katanya.
Selain itu, Said Iqbal juga akan mendorong pembahasan mengenai upah layak bagi pekerja Indonesia. Ia menilai persoalan kesejahteraan pekerja tidak hanya berkaitan dengan tingkat penghasilan, tetapi juga perlindungan yang diberikan negara terhadap tenaga kerja.
Perhatian khusus juga akan diberikan kepada pekerja migran Indonesia yang menurutnya masih membutuhkan penguatan perlindungan dan jaminan dari pemerintah.
“Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran, pendapat, gagasan, dan menganalisis kebijakan. Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan,” ujarnya.
Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi nasional berjalan lebih inklusif dan berkeadilan.(AS/MP).


.jpg)













