- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi

Keterangan Gambar : Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi didampingi Kasat Reskrim AKP Udiyanto di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, Selasa (9/6/2026).
MAJALENGKA, MEGAPOLITANPOS.COM Suasana lengang menjelang fajar di Jalan Raya Leuwimunding-Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, berubah mencekam. Seorang pengendara motor yang melintas seorang diri menjadi sasaran aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan dua pelaku bersenjata tajam.
Korban yang tengah melaju pada Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB tak menyadari dirinya telah dibuntuti. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi menegangkan ketika pelaku mendekat dan merampas kunci kontak sepeda motor hingga kendaraan mendadak berhenti di tengah jalan yang sepi.
Tak berhenti di situ, korban kemudian dihadapkan pada ancaman sebilah celurit yang diacungkan pelaku. Dalam kondisi tertekan dan ketakutan, korban tidak mampu melakukan perlawanan. Sepeda motor miliknya pun dibawa kabur para pelaku.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
Namun pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Satreskrim Polres Majalengka bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam aksi perampasan tersebut.
Pengungkapan kasus itu disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi didampingi Kasat Reskrim AKP Udiyanto di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, Selasa (9/6/2026).
Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RP, warga Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, dan AS, warga Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Beat milik korban, satu unit Honda Vario yang digunakan sebagai sarana kejahatan, sebilah celurit, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi.
Hasil pengembangan penyidikan mengungkap fakta lain yang cukup mengejutkan. Salah satu tersangka berinisial AS diketahui merupakan residivis yang diduga pernah melakukan aksi serupa pada 1 Mei 2026 di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara dengan korban berbeda.
"Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, salah satu tersangka diketahui pernah terlibat dalam tindak pidana serupa sebelumnya. Saat ini seluruh kasus masih terus didalami untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain," ujar Kapolres.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 479 Ayat (1) Huruf A dan Huruf D Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi sinyal tegas bahwa aparat kepolisian tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Polres Majalengka juga mengimbau warga agar lebih waspada saat berkendara pada dini hari, terutama ketika melintas di ruas jalan yang minim aktivitas dan penerangan. ** (Agit)
















