- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Kabar Gembira, RSUD Tigaraksa Mulai Dibangun Tahun Depan

Keterangan Gambar : Poto bersama Pengurus Barata dengan Kadinkes Kab.Tangerang serta Jajaran
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Pembangunan RSUD Tigaraksa direncanakan bakal dimulai pada Oktober di tahun depan, segala persiapan, mulai dari pengadaan lahan, kajian teknis dan legalitas untuk mendirikan fasilitas kesehatan bagi masyarakat telah dilakukan oleh orang orang yang ahli dibidangnya dan dipastikan telah terpenuhi dengan sempurna.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Hj. Desiriana Dinardianti, MARS usai menggelar audensi dengan perwakilan pengurus LSM Barisan perjuangan Rakyat Jelata (BARATA) di Tangerang Kamis (18/8/2022).
Menurut dr Hj. Desiriana Dinardianti, proses lelang pekerjaan bangunan yang nantinya diharapkan mampu melayani masyarakat di beberapa kecamatan yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan lantaran terkendala jarak tempuh.
Baca Lainnya :
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
"Proses lelang pekerjaan Insya Allah jika tidak ada kendala akan mulai digelar pada april, prosesnya multiyears, diharapkan proses peletakan batu pertama proses pembangunan di bulan oktober oleh bapak Bupati," ungkap dr Hj. Desiriana Dinardianti.
Pembangunan RSUD Tigaraksa juga disebut kepala dinas kesehatan telah mengantongi rekomendasi dari kementerian kesehatan Republik indonesia sehingga tidak lagi ada alasan bagi dirinya untuk menunda - nunda proses pembangunan tersebut.
"Kemarin pak Bupati sudah bersurat ke Kementrian Kesehatan, dan alhamdullilah surat balasan dari kementerian memberikan rekomendasi untuk melakukan pembangunan RSUD Tigaraksa," ungkap dia.
Menurut dia, Rekomendasi atau legalitas yang didapat dari kementerian kesehatan RI sekaligus mematahkan opini negatif yang menyebut pembangunan RSUD Tigaraksa tidak sesuai dengan kaidah - kaidah atau kajian teknis yang dinilai dipaksakan oleh sebagian masyarakat.
"Dari PLN juga sudah mengeluarkan pernyataan kalau itu aman, bahkan untuk pengadaan lahan dipersoalkan sudah clear and clean, karna proses pengadaan lahan temen - temen di Perkim sudah melibatkan APH, mulai dari Kejati, Polda, bahkan BPK juga sudah masuk, insya Allah sudah semua kita tempuh diketahui oleh pihak terkait," ungkap dia
Dikesempatan yang sama, Hilman Saleh Harahap Koordinator Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (BARATA) mengaku mengapresiasi komitmen jajaran dinas kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan.
Meski begitu, ia bakal mengawal apa yang menjadi komitmen yang telah dibuat oleh dinas kesehatan dan Barata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau.
"Jangan seperti ditahun - tahun sebelumnya, kita sudah menunggu RSUD taunya diundur, tentunya kita memahami kondisi yang hari ini terjadi dalam proses tersebut," ungkap Aktifis yang akrab disapa Bung Harahap.
Ia menilai kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan khususnya di beberapa kecamatan diantaranya Panongan, Cikupa, Tigaraksa, Cisoka, Solear dan Jambe sudah mendesak, hal itu menurut Harahap disebabkan jarak yang harus ditempuh untuk mendapatkan layanan kesehatan tidaklah dekat.
"Dalam beberapa kasus kita seringkali mendapati laporan ada masyarakat dari enam kecamatan itu ada yang harus meregang nyawa saat membutuhkan layanan gawat darurat," jelasnya.
Menurut dia, pembangunan RSUD Tigaraksa nantinya diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan akan layanan kesehatan khususnya masyarakat kabupaten Tangerang berpenghasilan rendah di 6 kecamatan.
"Sebagian besar pasien RSUD adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau ekonomi menengah kebawah, kalau mereka yang memiliki penghasilan diatas rata rata mungkin masih dapat memilih ke RS Swasta," ungkapnya.Jhn









.jpg)





