- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Idih, Harga Kios di Pasar Kotabumi Pasca Revitalisasi ditawarkan dari 200 Juta Hingga 1 Milyar

Keterangan Gambar : pedagang Pasar Kotabumi meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Pasar Kemis, - Harga Kios yang ditawarkan perumda pasar yang dinilai tidak terjangkau menjadi alasan ratusan pedagang Pasar Kotabumi meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun harga untuk satu unit kios berukuran 3 x 3 dipatok paling murah 207 Juta dan tertinggi berukuran 6 x 6 dipatok 1 milyar lebih.
Kendati dapat dicicil selama 18 kali dengan uang muka minimal 40 %, para pedagang masih merasa keberatan dengan harga yang dipatok.
Baca Lainnya :
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
- Muh. Fajar Sidik Terima Kunjungan Lanal Cirebon, Bahas Sinergi Pembangunan Daerah
- DPRD Majalengka Tahan Suntikan Modal PT SMU, Komisi II : Perusahaan Masih Sakit
Bukan cuma itu, kekhawatiran akan sepinya pembeli lantaran tata letak tempat usaha yang dinilai rancu menjadi pertimbangan para pedagang mendesak Pemda Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi pasar Kotabumi.
"Tata letak yang sekarang aja cuma cukup buat makan, apalagi nanti yang harus membayar ratusan juta udah gitu letak kios kami yang berdagang pakaian ditaruh diatas sudah pasti akan tambah sepi," ungkap salahseorang pedagang pasar yang enggan disebutkan namanya dengan pertimbangan keamanan kepada wartawan. Jumat, (29/9/2023).
Menurutnya, pasca kerusuhan yang terjadi beberapa hari kebelakang menjadikan omset penjualan para pedagang terjun bebas lantaran para pembeli merasa khawatir akan kejadian kerusuhan susulan.
"Parah banget bang, ngga rusuh aja udah sepi ditambah lagi kemaren ada kerusuhan ya ancur - ancuran kita disini bang dagang," jelas dia.
Ditempat terpisah, Rizky Affandy Koordinator Gerakan Sipil Tangerang Raya (GESTUR) menilai Perumda Niaga Kerta Raharja kurang lihai dalam melihat, memahami situasi dan kondisi pasar yang ada dikabupaten Tangerang.
"Mereka pedagang kecil yang baru saja atau mungkin tengah melakukan pemulihan pasca dihantam Covid, masa iya mereka harus kembali dibebankan biaya yang kami rasa itu memberatkan," ungkap Rizky kepada Wartawan.
Menurut dia, para pedagang pasar Kotabumi telah melihat beberapa contoh pasar usai direvitalisasi dikabupaten Tangerang yang saat ini dinilainya kurang maksimal.
"Tidak perlu jauh - jauh, mereka melihat sendiri revitalisasi pasar Cisoka, memang betul pasar yang sudah direvitalisasi terbilang representatif dan layak, namun dari sisi lainnya para masyarakat lebih memilih pasar cisoka lama yang hingga saat ini tidak kunjung ditertibkan lantaran kurangnya ketegasan dari para pemangku kebijakan," jelas Rizky.
Hal senada diungkapkan ketua DPRD Kabupaten Tangerang Khalid Ismail yang mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi atas rencana revitalisasi tersebut.
"Saya minta kepada Pemkab Tangerang untuk segera melakukan evaluasi terhadap Perumda Niaga Kerta Raharja dan evaluasi kegiatan rencana revitalisasi Pasar Kutabumi," ujar Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail dikutip dari Tribunnews.
Menurut dia, evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk meninimalisir kembalinya konflik yang berujung perusakan dan penganiayaan yang mengakibatkan jatuhnya korban.
"Kemudian setelah evaluasi kita tungggu hasilnya seperti apa, apakah kemudian program ini sementara ditunda atau bagaimana, sambil menunggu kondisivitas di masyarakat," ujar dia.

Dirinya mendorong kepada pihak Polresta Tangetang untuk dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut.
"Saya berharap kepada pihak Kepolisian mengusut tuntas bagi oknum-oknum yang dengan sengaja sudah melakukan tindakan diluar ketentuan hukum berlaku," ujar Kholid.
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang tak dikenal yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) menyerang pedagang Pasar Kutabumi. ** (Nan)

















