- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
DPR RI Apresiasi Uji Kelayakan Calon Gubernur BI Perry Warjiyo

Megapolitanpos.com, Jakarta- Komisi XI DPR RI menyelenggarakan fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia. Perry Warjiyo menjadi satu-satunya kandidat yang di uji DPR RI pada hari ini. Dalam uji kelayakan ini, Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS memberikan tanggapan terhadap pemaparan yang disampaikan Perry.
Budaya kerja Bank Indonesia menjadi perhatian Anis. Dalam paparannya, Perry menyampaikan bahwa ia akan melakukan transformasi sumber daya manusia (SDM) secara terencana, terprogram, dan transparan untuk memperkuat kepemimpinan yang berintegritas, kompeten, profesional, terhadap perubahan, dan berperilaku mulia di Bank Indonesia.
Keberhasilan transformasi SDM telah banyak dicapai sejak 2018 dengan perencanaan SDM berbasis meritokrasi yang matang, manajemen karir yang jelas dan transparan, seleksi ketat pegawai kelompok potensial (talent pool) sesuai person to job fit, program kepemimpinan berjenjang dari non-officer hingga officer dan pimpinan tertinggi, program pendidikan dan latihan untuk pengembangan kompetensi.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Ateng Sutisna Luncurkan Website Resmi, Buka Kanal Aspirasi Warga Jabar IX
- DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan
Transformasi SDM ke depan lebih difokuskan pada penguatan karakter kepemimpinan visioner dengan kemampuan “strategic foresight leadership”agar agile terhadap perubahan, serta perilaku budi pekerti sesuai nilai-nilai kebangsaan dan spiritual menurut agama masing-masing.
Penguatan kompetensi lebih ditekankan pada kemampuan adaptasi terhadap digitalisasi, serta penguatan eksposur kepemimpinan melalui koordinasi dan penugasan di lembaga lain baik di dalam maupun luar negeri.
Penguatan Employee Value Proposition (EVP) dengan program budaya kerja “Aku” Bangga BI Bermakna untuk membangun kebanggaan sebagai pemimpin dan pegawai Bank Indonesia dalam mengawal perekonomian nasional dengan kebijakan, kelembagaan, dan kepemimpinan yang kuat.
Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini mengatakan, poin budaya kerja yang dipaparkan Perry diatas menjadi ruh dari semua kerja Bank Indonesia. "Betapa pun bagusnya perencanaan strategi, kalau tidak didukung oleh budaya kerja yang merata dari pimpinan sampai lapisan bawah, maka perencanaan itu tidak akan terlaksana." ungkapnya. "Dan jika kita evaluasi, budaya kerja ini kerap menjadi masalah di berbagai organisasi,' kata Anis.
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga mengapresiasi elaborasi yang dilakukan Perry sebagai pimpinan ketika merumuskan budaya kerja ini. Ia menggambarkan budaya kerja yang dibangun bagaikan sebuah rumah yang memiliki pondasi 3 tingkat, kemudian bangunannya memiliki 3 pilar dan ada atap yang merupakan output yaitu SDM berkinerja tinggi dan berakhlak mulia.
Gambaran rumah tersebut menunjukkan kinerja yang baik, didukung oleh akhlak mulia, memasuki era digital. Ketika semua berjalan dengan baik, maka terwujudlah sukses, bahagia, dna berkah. "Tiga kata ini menggambarkan capaian lengkap lahir dan batin, " tutur Anis.
Unsur keluarga harmonis yang dimasukkan sebagai faktor penunjang kesuksesan, merupakan keunikan tersendiri. "Jarang sekali organisasi memasukkan faktor keluarga sebagai pendukung kesuksesan," tegas Anis.
Terakhir Anis mengingatkan agar Perry juga merencanakan dengan baik tahap implementasi. "Ini akan lebih membuka Perry Warjiyo dari sisi yang lain, bukan dari sisi pengetahuan ekonominya yang tidak kita ragukan tapi sisi lain bagaimana membangun sebuah entitas bank central di Indonesia yang berkinerja mencakup lahir batin jasmani rohani sehingga bisa menopang kerja-kerja Bank Indonesia, " tutupnya.(ASl/Red/MP).

















