- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupti Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
.jpg)
Keterangan Gambar : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung uji coba pengolahan sampah menjadi pupuk organik di Pasar Jaya Area 7 Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Senin (11/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau uji coba pengolahan sampah menjadi pupuk organik di Pasar Jaya Area 7 Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemilahan dan pengolahan sampah yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Baca Lainnya :
Dalam sambutannya, Pramono Anung mengapresiasi langkah pengelolaan sampah yang dilakukan Pasar Jaya Kramat Jati. Pasar tersebut diketahui menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Jakarta Timur dengan volume mencapai sekitar lima ton per hari.
“Hari ini sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang kemarin sudah kita canangkan, maka Pemerintah DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap penanganan sampah, terutama sampah organik dan anorganik,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, sampah organik hasil aktivitas pasar nantinya akan diolah menjadi dua jenis pupuk organik, yakni pupuk cair dan pupuk kompos. Produk hasil pengolahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan taman dan penghijauan di wilayah Jakarta Timur.
“Seperti kita ketahui di tempat ini kurang lebih setiap hari menghasilkan lima ton sampah. Nantinya akan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi pertamanan dan juga sektor lainnya, termasuk bersama Pupuk Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Munjirin menyambut baik inovasi pengolahan sampah tersebut dan berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah di Jakarta Timur.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya membantu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Program pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna itu merupakan implementasi nyata program pemilahan sampah yang terus diperkuat Pemprov DKI Jakarta.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pihak swasta, dan masyarakat, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Jakarta Timur," tutup Munjirin.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)









.jpg)




