- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
.jpg)
Keterangan Gambar : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung uji coba pengolahan sampah menjadi pupuk organik di Pasar Jaya Area 7 Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Senin (11/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau uji coba pengolahan sampah menjadi pupuk organik di Pasar Jaya Area 7 Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemilahan dan pengolahan sampah yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Baca Lainnya :
Dalam sambutannya, Pramono Anung mengapresiasi langkah pengelolaan sampah yang dilakukan Pasar Jaya Kramat Jati. Pasar tersebut diketahui menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Jakarta Timur dengan volume mencapai sekitar lima ton per hari.
“Hari ini sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang kemarin sudah kita canangkan, maka Pemerintah DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap penanganan sampah, terutama sampah organik dan anorganik,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, sampah organik hasil aktivitas pasar nantinya akan diolah menjadi dua jenis pupuk organik, yakni pupuk cair dan pupuk kompos. Produk hasil pengolahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan taman dan penghijauan di wilayah Jakarta Timur.
“Seperti kita ketahui di tempat ini kurang lebih setiap hari menghasilkan lima ton sampah. Nantinya akan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi pertamanan dan juga sektor lainnya, termasuk bersama Pupuk Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Munjirin menyambut baik inovasi pengolahan sampah tersebut dan berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah di Jakarta Timur.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya membantu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Program pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna itu merupakan implementasi nyata program pemilahan sampah yang terus diperkuat Pemprov DKI Jakarta.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pihak swasta, dan masyarakat, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Jakarta Timur," tutup Munjirin.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)











