- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Bapanas-Kementan dan Bulog Siap Jalankan Visi Presiden Perkuat Swasembada Pangan

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA),Arief Prasetyo Adi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi memastikan pihaknya akan melakukan penyerapan hasil panen petani dengan menugasi Bulog pada panen raya besar yang akan berlangsung pada Februari dan Maret 2025 mendatang.
Menurut Arief, penyerapan ini merupakan bagian dari tugas Bapanas dan Bulog sebagai Standby Buyer dalam memenuhi kebutuhan nasional melalui hasil produksi dalam negeri. Dengan begitu, kata Arief, Bapanas siap menjalankan visi Presiden dalam memperkuat swasembada pangan.
“Pemerintah sudah menyiapkan oplah (optimasi lahan) dan juga cetak sawah yang nanti bisa memperkuat produksi kita. Kemudian Februari dan Maret saat panen raya tiba pembelian gabah tidak boleh dibawah HPP. Jadi sekarang semua kerja keras, misalnya dryer nya kita siapkan, silo nya kita siapkan dan kita siapkan juga penghilangan padi yang kecil-kecil karena kita lagi mau menggerakkan ekonomi,” ujar Arief dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesia’s Future yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Jumat kemarin.
Baca Lainnya :
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
- 166 Titik Sekolah Rakyat Beroperasi, BNI Perkuat Inklusi Keuangan Pendidikan Nasional
Sebenarnya, kata Arief, kebutuhan beras untuk memenuhi masyarakat Indonesia sudah cukup mengingat cadangan beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Angka sebesar itu pasti akan bertambah banyak pada saat panen raya berlangsung di tahun depan.
“Dan kalaupun kemarin kita ada importasi itu sebenarnya untuk cadangan pangan pemerintah karena pemerintah harus punya cadangan. Kemudian ada juga impor beras untuk kategori beras khusus seperti beras basmati dan juga beras untuk kebutuhan restoran,” katanya.
Selain beras, Arief memastikan bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada untuk komoditas ayam, telur dan sejumlah komoditas lain yang sampai saat ini produksinya dalam posisi surplus.
“Yang pertama pangan kita itu sebenarnya sudah banyak yang swasembada. Misalnya ada ayam potong dan telur produksinya sudah surplus. Nah tinggal kita sesuai arahan bapak Presiden untuk meningkatkan produksi beras nasional dan kita optimis bisa mewujudkannya,” jelasnya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















