- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
- Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian
- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama pengrajin genteng.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kunjungan rombongan Kementerian PUPR dan BRI Pusat ke sentra industri genteng Jatiwangi bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi ajang pembahasan serius terkait peluang besar industri lokal dalam mendukung program perumahan rakyat berskala masif di Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung di Pabrik Genteng Sinar Mas, Desa Cibentar, Kecamatan Jatiwangi, Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri para pengusaha genteng, pimpinan Bank BRI dan Bank Jabar serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas perumahan rakyat melalui program teknisasi pembangunan. Ia menyoroti masih banyaknya rumah yang dibangun tanpa standar kualitas memadai, baik dari sisi konstruksi maupun estetika.
Baca Lainnya :
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
- PAD Majalengka Melejit! Pajak Kendaraan Sumbang Rp 83,6 Miliar, Sinyal Kuat Ekonomi Daerah Bangkit
- DPRD Majalengka Soroti Limbah Industri dan IPAL, Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2026
"Kita ingin rumah yang dibangun, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, benar-benar berkualitas. Kokoh, nyaman ditempati, dan enak dipandang. Jangan sampai rumah dibangun asal jadi, tapi tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, dalam sambutan yang disampaikan perwakilan kementerian, menjelaskan bahwa fokus program saat ini adalah Gentengisasi, yakni penguatan kualitas atap rumah rakyat melalui penggunaan genteng yang terstandar dan tersertifikasi.
Di Jawa Barat, program ini mencakup hampir 33.000 rumah. Setiap rumah diperkirakan membutuhkan sekitar 1.000 genteng, sehingga total kebutuhan genteng mencapai 33 juta buah. Dengan estimasi biaya genteng per rumah sekitar Rp.2.400.000 hingga Rp.2.500.000, total kebutuhan dana untuk genteng saja mencapai kurang lebih Rp80 miliar.
Kebutuhan genteng di Jawa Barat bahkan ditaksir mencapai sekitar Rp.10 miliar per bulan. Dari Kementerian PKP sendiri, kebutuhan anggaran genteng tahun ini hampir menyentuh Rp.83 miliar yang ditargetkan terserap hingga akhir tahun berjalan.
Program Gentengisasi Nasional ini sekaligus membuka peluang pasar besar bagi produsen genteng lokal, termasuk sentra industri genteng Jatiwangi. Namun demikian, pemerintah menekankan pentingnya standardisasi dan sertifikasi (S&T) produk agar dapat digunakan dalam program pemerintah.
Bupati Eman menyambut baik rencana uji coba program teknisasi di Jawa Barat dan membuka peluang implementasinya di Majalengka. Menurutnya, teknisasi menjadi solusi agar pembangunan rumah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu.
"Kita butuh standar yang jelas. Program ke depan harus mengikuti standar teknisasi baru. Jangan ada lagi perbedaan kualitas material yang terlalu jauh. Kalau memang ada standar tertentu, kita harus siap," ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan material lokal, termasuk genteng Jatiwangi, yang harus mampu menyesuaikan standar program nasional. Potensi industri lokal, menurutnya, sangat besar jika mampu memenuhi persyaratan kualitas dan sertifikasi.
"Kita punya potensi industri lokal yang kuat. Tinggal bagaimana kerja sama antara pengembang, kementerian, dan pelaku usaha ini diperkuat. Kalau ada yang mampu membangun ribuan rumah, tentu kebutuhan materialnya besar. Ini peluang bagi Majalengka," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eman juga menambahkan bahwa Program Gentengisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Kita patut bangga sekaligus bersyukur karena ini telah menjadi program Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, dan itu harus kita dukung bersama," ungkapnya di hadapan para pengusaha genteng yang hadir.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pembangunan hunian rakyat harus memperhatikan kualitas, estetika, dan kenyamanan secara menyeluruh.
"Kita jangan hanya bicara program. Yang paling penting, apakah kualitasnya bisa dipenuhi? Apakah estetika dan kenyamanan sudah menjadi perhatian? Itu yang harus kita jawab bersama," tandasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, serta pelaku industri lokal dalam mewujudkan hunian rakyat yang tidak hanya layak huni, tetapi juga bermartabat dan berstandar tinggi melalui Program Gentengnisasi. ** (Agit).




.jpg)












