- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama pengrajin genteng.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kunjungan rombongan Kementerian PUPR dan BRI Pusat ke sentra industri genteng Jatiwangi bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi ajang pembahasan serius terkait peluang besar industri lokal dalam mendukung program perumahan rakyat berskala masif di Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung di Pabrik Genteng Sinar Mas, Desa Cibentar, Kecamatan Jatiwangi, Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri para pengusaha genteng, pimpinan Bank BRI dan Bank Jabar serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas perumahan rakyat melalui program teknisasi pembangunan. Ia menyoroti masih banyaknya rumah yang dibangun tanpa standar kualitas memadai, baik dari sisi konstruksi maupun estetika.
Baca Lainnya :
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
"Kita ingin rumah yang dibangun, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, benar-benar berkualitas. Kokoh, nyaman ditempati, dan enak dipandang. Jangan sampai rumah dibangun asal jadi, tapi tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, dalam sambutan yang disampaikan perwakilan kementerian, menjelaskan bahwa fokus program saat ini adalah Gentengisasi, yakni penguatan kualitas atap rumah rakyat melalui penggunaan genteng yang terstandar dan tersertifikasi.
Di Jawa Barat, program ini mencakup hampir 33.000 rumah. Setiap rumah diperkirakan membutuhkan sekitar 1.000 genteng, sehingga total kebutuhan genteng mencapai 33 juta buah. Dengan estimasi biaya genteng per rumah sekitar Rp.2.400.000 hingga Rp.2.500.000, total kebutuhan dana untuk genteng saja mencapai kurang lebih Rp80 miliar.
Kebutuhan genteng di Jawa Barat bahkan ditaksir mencapai sekitar Rp.10 miliar per bulan. Dari Kementerian PKP sendiri, kebutuhan anggaran genteng tahun ini hampir menyentuh Rp.83 miliar yang ditargetkan terserap hingga akhir tahun berjalan.
Program Gentengisasi Nasional ini sekaligus membuka peluang pasar besar bagi produsen genteng lokal, termasuk sentra industri genteng Jatiwangi. Namun demikian, pemerintah menekankan pentingnya standardisasi dan sertifikasi (S&T) produk agar dapat digunakan dalam program pemerintah.
Bupati Eman menyambut baik rencana uji coba program teknisasi di Jawa Barat dan membuka peluang implementasinya di Majalengka. Menurutnya, teknisasi menjadi solusi agar pembangunan rumah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu.
"Kita butuh standar yang jelas. Program ke depan harus mengikuti standar teknisasi baru. Jangan ada lagi perbedaan kualitas material yang terlalu jauh. Kalau memang ada standar tertentu, kita harus siap," ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan material lokal, termasuk genteng Jatiwangi, yang harus mampu menyesuaikan standar program nasional. Potensi industri lokal, menurutnya, sangat besar jika mampu memenuhi persyaratan kualitas dan sertifikasi.
"Kita punya potensi industri lokal yang kuat. Tinggal bagaimana kerja sama antara pengembang, kementerian, dan pelaku usaha ini diperkuat. Kalau ada yang mampu membangun ribuan rumah, tentu kebutuhan materialnya besar. Ini peluang bagi Majalengka," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eman juga menambahkan bahwa Program Gentengisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Kita patut bangga sekaligus bersyukur karena ini telah menjadi program Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, dan itu harus kita dukung bersama," ungkapnya di hadapan para pengusaha genteng yang hadir.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pembangunan hunian rakyat harus memperhatikan kualitas, estetika, dan kenyamanan secara menyeluruh.
"Kita jangan hanya bicara program. Yang paling penting, apakah kualitasnya bisa dipenuhi? Apakah estetika dan kenyamanan sudah menjadi perhatian? Itu yang harus kita jawab bersama," tandasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, serta pelaku industri lokal dalam mewujudkan hunian rakyat yang tidak hanya layak huni, tetapi juga bermartabat dan berstandar tinggi melalui Program Gentengnisasi. ** (Agit).

















