- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
- Patroli Malam, Koramil /Tangerang Sisir Sejumlah Ruas Jalan Cegah Gangguan Kamtibmas.
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama pengrajin genteng.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kunjungan rombongan Kementerian PUPR dan BRI Pusat ke sentra industri genteng Jatiwangi bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi ajang pembahasan serius terkait peluang besar industri lokal dalam mendukung program perumahan rakyat berskala masif di Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung di Pabrik Genteng Sinar Mas, Desa Cibentar, Kecamatan Jatiwangi, Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri para pengusaha genteng, pimpinan Bank BRI dan Bank Jabar serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas perumahan rakyat melalui program teknisasi pembangunan. Ia menyoroti masih banyaknya rumah yang dibangun tanpa standar kualitas memadai, baik dari sisi konstruksi maupun estetika.
Baca Lainnya :
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Tim Bola Voli Merpati Blitar Raih Juara 2
"Kita ingin rumah yang dibangun, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, benar-benar berkualitas. Kokoh, nyaman ditempati, dan enak dipandang. Jangan sampai rumah dibangun asal jadi, tapi tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, dalam sambutan yang disampaikan perwakilan kementerian, menjelaskan bahwa fokus program saat ini adalah Gentengisasi, yakni penguatan kualitas atap rumah rakyat melalui penggunaan genteng yang terstandar dan tersertifikasi.
Di Jawa Barat, program ini mencakup hampir 33.000 rumah. Setiap rumah diperkirakan membutuhkan sekitar 1.000 genteng, sehingga total kebutuhan genteng mencapai 33 juta buah. Dengan estimasi biaya genteng per rumah sekitar Rp.2.400.000 hingga Rp.2.500.000, total kebutuhan dana untuk genteng saja mencapai kurang lebih Rp80 miliar.
Kebutuhan genteng di Jawa Barat bahkan ditaksir mencapai sekitar Rp.10 miliar per bulan. Dari Kementerian PKP sendiri, kebutuhan anggaran genteng tahun ini hampir menyentuh Rp.83 miliar yang ditargetkan terserap hingga akhir tahun berjalan.
Program Gentengisasi Nasional ini sekaligus membuka peluang pasar besar bagi produsen genteng lokal, termasuk sentra industri genteng Jatiwangi. Namun demikian, pemerintah menekankan pentingnya standardisasi dan sertifikasi (S&T) produk agar dapat digunakan dalam program pemerintah.
Bupati Eman menyambut baik rencana uji coba program teknisasi di Jawa Barat dan membuka peluang implementasinya di Majalengka. Menurutnya, teknisasi menjadi solusi agar pembangunan rumah tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu.
"Kita butuh standar yang jelas. Program ke depan harus mengikuti standar teknisasi baru. Jangan ada lagi perbedaan kualitas material yang terlalu jauh. Kalau memang ada standar tertentu, kita harus siap," ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan material lokal, termasuk genteng Jatiwangi, yang harus mampu menyesuaikan standar program nasional. Potensi industri lokal, menurutnya, sangat besar jika mampu memenuhi persyaratan kualitas dan sertifikasi.
"Kita punya potensi industri lokal yang kuat. Tinggal bagaimana kerja sama antara pengembang, kementerian, dan pelaku usaha ini diperkuat. Kalau ada yang mampu membangun ribuan rumah, tentu kebutuhan materialnya besar. Ini peluang bagi Majalengka," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eman juga menambahkan bahwa Program Gentengisasi ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Kita patut bangga sekaligus bersyukur karena ini telah menjadi program Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, dan itu harus kita dukung bersama," ungkapnya di hadapan para pengusaha genteng yang hadir.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa pembangunan hunian rakyat harus memperhatikan kualitas, estetika, dan kenyamanan secara menyeluruh.
"Kita jangan hanya bicara program. Yang paling penting, apakah kualitasnya bisa dipenuhi? Apakah estetika dan kenyamanan sudah menjadi perhatian? Itu yang harus kita jawab bersama," tandasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, serta pelaku industri lokal dalam mewujudkan hunian rakyat yang tidak hanya layak huni, tetapi juga bermartabat dan berstandar tinggi melalui Program Gentengnisasi. ** (Agit).


.jpg)












