- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
Ajak Brigade Pangan Kelola Bisnis Pertanian, Kementan Bekali Literasi Keuangan Bagi Para Petani

Keterangan Gambar : Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Inneke Kusumawaty, menggelar kegiatan Pendampingan Brigade Pangan (BP) serta Pelatihan Analisis dan Pencatatan Keuangan Usaha Tani pada Senin (16/06/2025) di Tanjung Selor, Bulungan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Tanjung Selor- Petani memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sebagai produsen utama berbagai komoditas pokok, mereka bukan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga mendukung ekspor pangan ke luar negeri.
Namun, hasil pertanian sangat bergantung pada cuaca dan musim. Kondisi ini membuat pendapatan petani sering tidak stabil, sehingga mereka menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan.
Karena itu, literasi keuangan penting agar petani bisa mengatur keuangan dengan baik, membuat keputusan finansial yang tepat, dan mengelola usaha secara berorientasi bisnis demi meningkatkan kesejahteraan.
Baca Lainnya :
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
- Sabang Kondusif Pasca Penyegelan 250 Ton Beras Ilegal, Warga Justru Beri Dukungan ke Aparat
- Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong jajarannya agar aktif mendampingi petani mengelola usaha tani secara modern, termasuk soal pemasaran dan permodalan.
“Dengan literasi keuangan yang baik, petani bisa mengenali peluang investasi, mengelola risiko, dan meningkatkan pendapatan. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan keluarganya,” ujar Mentan Amran.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan.
“Kami latih petani dan penyuluh soal literasi keuangan mulai dari pemahaman konsep dasar, pengelolaan anggaran, utang, hingga investasi. Tujuannya, meningkatkan kemampuan dan keyakinan dalam mengambil keputusan keuangan,” jelas Santi.
Sebagai penanggung jawab Swasembada Pangan di Kalimantan Utara, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Inneke Kusumawaty, menggelar kegiatan Pendampingan Brigade Pangan (BP) serta Pelatihan Analisis dan Pencatatan Keuangan Usaha Tani pada Senin (16/06/2025) di Tanjung Selor, Bulungan.
Inneke menekankan pentingnya literasi keuangan bagi BP agar mampu memahami produk dan layanan keuangan, mengelola utang, serta mengambil keputusan yang bijak.
“Kementan saat ini fokus meningkatkan produksi pangan, khususnya beras, lewat pembentukan Brigade Pangan di seluruh Indonesia,” ujar Inneke.
Ia menambahkan, BP ke depan akan menjadi ujung tombak dalam mengelola lahan secara modern, profesional, dan terampil. “Mereka harus dibekali agar bisa menjadikan pertanian sebagai bisnis yang menguntungkan.”
Bupati Bulungan, Syarwani, hadir langsung memberikan dukungan. Ia menyampaikan komitmennya terhadap program Pemerintah RI dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Kabupaten Bulungan punya visi membangun kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal, sejalan dengan nawacita Presiden RI. Potensi pertanian sangat besar, dan kehadiran BP diharapkan bisa mendongkrak produktivitas. Pelatihan seperti ini sangat bagus. Saya harap BP dan penyuluh menyerap ilmunya dan menerapkannya di lapangan,” tegas Syarwani.
Kegiatan ini diikuti oleh para manajer BP, divisi keuangan, serta penyuluh pertanian dari Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















