- Dukung Ekonomi Berkeadilan, Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Bursa Wirausaha Unggulan
- Hendik Budi Yuantoro Penerima Mandat PAW DPP PDI Perjuangan
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- LSM GANNAS Geruduk Dewan Atas Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
Dukung Ekonomi Berkeadilan, Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Keterangan Gambar : Bursa Wirausaha Unggulan Jadi Solusi Terintegrasi bagi UMKM dan Calon Pengusaha Indonesia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan sebagai salah satu strategi nasional untuk mencapai target penciptaan 10 juta wirausaha baru pada tahun 2029. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa Bursa Wirausaha Unggulan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian Indonesia melalui sektor UMKM.
"Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029. Semakin banyak wirausaha yang lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar," ujar Maman di Jakarta, Selasa (10/6/2026).
Baca Lainnya :
Program tersebut dirancang sebagai wadah terintegrasi yang memudahkan generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, hingga pengusaha dalam mengakses berbagai layanan pengembangan usaha. Mulai dari peningkatan kapasitas, pengurusan legalitas, sertifikasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar dapat diperoleh dalam satu ekosistem yang terhubung.
Menurut Maman, Bursa Wirausaha Unggulan mengusung konsep pembinaan kewirausahaan dari hulu hingga hilir. Para peserta akan mendapatkan pendampingan sejak tahap perencanaan usaha, penguatan kompetensi dan mental kewirausahaan, hingga memperoleh akses terhadap pembiayaan dan pemasaran.
"Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya," katanya.
Melalui program ini, peserta memperoleh berbagai fasilitas, seperti pelatihan kewirausahaan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, hingga akses pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, tersedia pula akses pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra strategis lainnya.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan tahun ini diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Wirausaha sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan jaringan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional serta mendorong lahirnya generasi pengusaha muda.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah dalam membantu UMKM tumbuh dan naik kelas agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"UMKM harus terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah yang disebut ekonomi yang berkeadilan," ujar Muhaimin.
Menurutnya, Bursa Wirausaha Unggulan menjadi instrumen penting untuk membangun ekosistem usaha yang inklusif dengan membuka akses terhadap peningkatan kapasitas, pembiayaan, jejaring usaha, serta peluang kemitraan yang lebih luas.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi wirausaha yang inovatif dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial.
Menurut Fauzan, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga harus berperan sebagai fasilitator lahirnya wirausahawan berbasis mahasiswa yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mengembangkan potensi dan budaya lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Selain layanan konsultasi dan pendampingan usaha, Bursa Wirausaha Unggulan juga menghadirkan berbagai agenda pengembangan kapasitas seperti Inspirational Speech, Founder Talk, Program Kewirausahaan Nasional (PKN), Town Hall Meeting Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan, Workshop Artificial Intelligence (AI), Workshop Kemitraan, Dapur Inovasi UMKM, serta Showcase and Exhibition yang menampilkan produk dan inovasi para pelaku usaha.
Peluncuran program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional sekaligus mempercepat lahirnya generasi pengusaha baru yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.(AS/MP).



.jpg)












