- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
Warga Desa Nunuk Baru dan Cengal dapat Sertifikat Tanah Setelah Menunggu Puluhan Tahun

Keterangan Gambar : Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan warga
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan di dampingi Pj Bupati Majalengka melakukan pencanangan Kampung Reforma Agraria Desa Nunuk Baru dan Desa Cengal, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan yang dilaksanakan halaman balai Desa Nunuk Baru, Kamis (13/02/2025) sekaligus penyerahan 1.641 sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat di dua Desa tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kami melakukan penyerahan sertifikat elektronik hasil redistribusi tanah yang berasal dari pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan. Kawasan ini sudah lama didiami oleh masyarakat dan memang sudah ditunggu-tunggu oleh warga agar mereka bisa memiliki hak atas tanah tersebut." kata Ossy Dermawan.
Baca Lainnya :
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara
- Jebol Sungai Cimanuk di Majalengka, Area Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir
- Kwarcab Pramuka Majalengka 2025 -2030 Dikukuhkan, Komitmen Memperkuat Peran Pramuka Membina Generasi Muda
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Tegaskan Poin Penting ke Pemerintah Soal Nasib Supir Angkot
Sebanyak 1.641 bidang sertifikat elektronik telah dibagikan, dengan hampir 1.600 di antaranya diberikan kepada keluarga-keluarga yang ada di Desa Nunuk Baru dan Desa Cengal.
Wamen ATR/BPN ini menambahkan, selain memberikan legalitas atas tanah milik masyarakat, juga dilakukan pencanangan Kampung Agraria yang digagas oleh masyarakat setempat, dengan dukungan dari gugus tugas reforma agraria.
"Dalam waktu satu tahun dua bulan, Pak Pj Bupati Majalengka telah bekerja keras untuk mewujudkan hal ini. Selain mendapatkan legalitas hak atas tanah, masyarakat juga mendapatkan akses agar tanah tersebut bisa digunakan secara maksimal untuk kemakmuran mereka," tuturnya.
Pada kesempatan itu Wakil Menteri ATR/BPN juga mengunjungi beberapa usaha yang dijalankan oleh masyarakat setempat, seperti pondok domba, demplot bawang, hingga rumah tenun gadot. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong mereka untuk beralih dari pertanian tradisional ke usaha yang lebih produktif.
"Saya pikir kawasan ataupun kampung reforma agraria ini merupakan contoh yang sangat baik, bagaimana suatu kawasan diberikan pengelolaannya oleh negara, hak miliknya oleh negara, kemudian diatur penataan aksesnya oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi mengungkapkan, telah menyerahkan sertifikat untuk lahan seluas 39,7 hektare yang terdiri dari 1.570 hak milik keluarga. Selain itu, ada juga tanah pemerintah Desa Nunuk 22, Desa Cengal 10, dan kabupaten ada 18. Tanah itu telah di sertifikasikan, termasuk sekolah, Puskesmas, dan jalan kabupaten.
"Sudah kita sertifikatkan juga. Jangan sampai nanti pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi untuk pengaspalan dan sebagainya," ucap Dedi.
Dedi Supandi juga mengungkapkan rencana jangka panjang bagi kawasan ini, termasuk pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera, serta pembentukan museum yang akan menjadi tempat pelestarian pusaka-pusaka bersejarah di Nunuk.
"Desa Nunuk Baru ini ke depan, bukan hanya bersertifikat, tapi pemberdayaan, termasuk juga kita berharap menjadi wilayah yang dari luar bisa datang ke sini untuk melihat objek wisata, termasuk juga kerajinan dan juga museum yang nanti akan kita hadirkan di sini," tuturnya. ** (Agit)

















