- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Warga dan Pengguna Jalan Keluhkan Tanah Urugan Berceceran di Jalan Raya Pasarkemis - Rajeg

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Proyek Pengembangan Pembangunan Perumahan yang berlokasi di Desa Sindang Panon di keluhkan pengguna jalan dan warga Kampung Picung,Desa Pasar Kemis,Kecamatan Pasar Kemis,Kabupaten Tangerang.
Keluhan tersebut muncul karena banyak bongkahan tanah urug dari aktivitas proyek tersebut berceceran di sepamjang jalan.
Ceceran bongkahan tanah urugan yang mengotori jalan raya Pasar Kemis - Rajeg itu sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. Ketika cuaca panas menimbulkan polusi udara disaat hujan dikwatirkan terjadi Laka Lantas akibat jalan licin.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
Ramli seorang warga sekitar jalan Raya Rajeg - Pasar Kemis, Jum'at (17/05/2024) mengungkapkan keresahannya atas aktivitas tersebut, banyaknya tanah yang tumpah di jalan dan di biarkan berserakan.
" Pengemudi Dam truck seharusnya menutup bagian bak belakang truk agar tanah tidak berserakan di jalan jika ada tanah yang tumpah semestinya di bersihkan kembali oleh pihak perusahaan," katanya.

Sementara, Kosim Ketua RT 05/05 Kampung Picung Desa Pasar Kemis Kabupaten Tangerang membenarkan adanya keluhan dari warga dan pengguna jalan, selain berdebu jalan juga akan licin ketika turun hujan di khawatirkan terjadi laka lantas.
"Seharusnya pihak perusahaan memikirkan dampak bagi pengguna jalan lainnya. Bagaimana jika pengguna jalan jatuh, siapa yang akan bertanggung jawab. Saya berharap pihak pengusaha dapat merespon apa yang menjadi keluhan warga," ujarnya.
Maryanto,pengendara Roda Dua yang setiap hari melintasi jalan raya tersebut mengungkapkan," Tolong pihak terkait bisa menertibkan dum truck yang melanggar SOP dan memberikan teguran kepada perusahaan,sudah lama terganggu akibat matrial tanah yang tercecer menjadi debu ketika hujan menjadi licin.sangat membahayakan untuk sepeda motor"tandasnya. ** (Nan)
















