- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma\'ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
- Politisi Gerinda Anggota DPRD Barut Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
- Ketua Komisi III DPRD Barut Hadiri Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng
- H Nurul Anwar Politisi PKB Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 118
- H Nurul Anwar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke 69 Provinsi Kalimantan Tengah
- Harkitnas ke 118, Pemkab Barut Soroti Tantangan Kedaulatan Digital
Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah

Keterangan Gambar : Pelepasan mahasiswa
Megapolitanpos.com, DIY - Sebanyak 304 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ditempatkan di enam kabupaten di Jawa Tengah guna mendukung pemutakhiran data digital sertipikat lama yang sedang dilaksanakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penugasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP–PTLP) Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung pada 9 Februari s.d 11 Juli 2026.
Asrorul Habib, salah satu Taruna KKNP-PTLP yang ditugaskan di Kabupaten Boyolali, mengaku sudah menantikan kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan ini. “Kami sudah menyiapkan langkah-langkah strategis, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan yang dilengkapi dengan _monitoring_ dan evaluasi,” ujarnya usai mengikuti kegiatan Pelepasan KKNP-PLTP, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, STPN, Sleman, DIY, Senin (09/02/2026).
Ia menceritakan, taruna/i dibekali tidak hanya tentang penguasaan teknis, namun juga perlu mempersiapkan kemampuan memahami kondisi lapangan serta kearifan lokal di wilayah penugasan. “Harus memahami karakteristik wilayah dan mampu beradaptasi dengan kondisi setempat,” lanjut Asrorul Habib.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma\'ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
Total bidang tanah yang menjadi target inventarisasi data dalam KKNP-PTLP di Jawa Tengah ini juga sudah ditentukan. Sebarannya meliputi 29.945 bidang di Kabupaten Temanggung, 26.633 bidang di Kabupaten Demak, 64.114 bidang di Boyolali, 76.627 bidang di Kabupaten Klaten, 42.228 bidang Kabupaten Pati, dan 23.655 bidang di Kabupaten Batang.
Peserta KKNP-PTLP dengan penempatan Kabupaten Boyolali, Evangeline Ayla, juga menyatakan kesiapannya mendukung upaya pemutakhiran data digital pertanahan ini. Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali juga telah memberikan dukungan sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah, sudah disiapkan dengan baik, mulai dari peta kerja hingga data-data pendukung yang kami perlukan, sehingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya.
Dalam sambutannya pada kegiatan Pelepasan KKNP-PLTP, Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, mengungkapkan harapannya terhadap pelaksanaan KKN pertanahan tahun angkatan ini. “_Output_ yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya penertiban serta tata kelola pertanahan yang semakin baik ke depan. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan partisipasi masyarakat, khususnya yang nantinya akan dikunjungi oleh para Taruna/i STPN,” ujarnya usai melepas 619 Taruna/i STPN untuk mengikuti KKNP-PTLP.
Kepada Taruna/i yang sudah siap terjun ke lokasi KKNP-PTLP, Wamen Ossy berpesan bahwa sikap dan perilaku selama bertugas akan menjadi cerminan institusi yang menaungi, baik STPN ataupun Kementerian ATR/BPN. Maka dari itu, ia meminta agar seluruh peserta menjalankan KKN pertanahan ini dengan penuh tanggung jawab.
“Mudah-mudahan para Taruna/i STPN dapat melaksanakan kegiatan ini secara profesional serta menjunjung tinggi etika dan integritas dalam setiap tahapan pelaksanaannya,” pungkas Wamen ATR/Waka BPN.
















