- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- Warga Keluhkan Sulitnya Tanda Tangan Kades Kandawati dan Dugaan Jatah Rp1.200 per Meter
- Battle Mini Sound System Galang Dana Pembangunan Masjid Baitunnur
- Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Bupati Tekankan Siap Hadapi Tantangan Global
- Ini Pesan Bupati Shalahuddin Saat Pelepasan Gen 64 MAN Barut
- Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak
- Miskan : Halal Bihalal 1447 H Pemersatu Warga PSHT Hamemayu Hayuning Bawono
- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman beserta rombongan ziarah. Selasa, (10/02/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, Bupati Majalengka H. Eman Suherman memimpin langsung kegiatan Kirab dan Ziarah ke makam Bupati pertama Majalengka, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan visi pembangunan daerah melalui semangat Majalengka Langkung SAE.
Kirab diawali dengan long march dari Pendopo Kabupaten Majalengka menuju kompleks pemakaman Girilawungan Majalengka Wetan, sejauh kurang lebih dua kilometer.
Baca Lainnya :
- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
- PAD Majalengka Melejit! Pajak Kendaraan Sumbang Rp 83,6 Miliar, Sinyal Kuat Ekonomi Daerah Bangkit
Rombongan kemudian melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di makam R.A.A. Kartadiningrat, Bupati pertama Kabupaten Majalengka.
Acara diikuti Wakil Bupati, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, OPD, Ketua TP PKK, Baznas, MUI, para camat, serta undangan lainnya.
Bupati Eman menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah sebagai fondasi pembangunan daerah.
"Majalengka Langkung SAE tumbuh dari nilai perjuangan dan keteladanan para pemimpin terdahulu. Menghormati sejarah adalah langkah awal membangun Majalengka yang sejahtera, aman, dan berkarakter," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga resmi menetapkan Hari Jadi Majalengka diperingati setiap 11 Februari, berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2025, yang menetapkan hari lahir Majalengka pada 11 Februari 1840, menggantikan ketentuan sebelumnya.
Kehadiran lengkap unsur Forkopimda dalam prosesi ini mencerminkan soliditas dan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Kirab dan ziarah ditutup dengan penuh kekhidmatan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Majalengka selama 186 tahun, sekaligus komitmen bersama untuk terus melangkah maju melalui visi Majalengka Langkung SAE. ** (Agit)




.jpg)





.jpg)






