UKP Mardiono: Masalah Kemiskinan Akan Berkorelasi Erat Dengan Ketahanan Pangan

By Achmad Sholeh(Alek) 04 Nov 2023, 15:04:17 WIB Nasional
UKP Mardiono:  Masalah Kemiskinan Akan Berkorelasi Erat Dengan Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : Utusan Khusus Presiden Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan (UKP-BKPKKP) Muhammad Mardiono


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Ketersediaan bahan pangan dan kecukupan gizi bagi masyarakat sangat penting untuk mendukung tercapainya sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing tinggi. Namun kenyataannya, masih terdapat 69,1 persen penduduk Indonesia yang tidak memiliki akses pangan yang bergizi.



Baca Lainnya :


Utusan Khusus Presiden Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan (UKP-BKPKKP) Muhammad Mardiono dalam FGD dengan Tema Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Sebagai Gerakan Nasional Pengurangan Kehilangan Dan Pemborosan Makanan di Jakarta, Sabtu, 4 November 2023 mengatakan, masalah kemiskinan akan berkorelasi erat dengan ketahanan pangan. Hal ini sebagai implikasi dari rendahnya daya beli atau ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses atau memenuhi kebutuhan pangan bergizi dan seimbang.

Menurut Mardiono, sebanyak 74 kabupaten/kota yang memiliki indeks ketahanan pangan dan kerentanan pangan merupakan wilayah pedesaan. Sebaliknya, di banyak tempat terjadi kehilangan pangan atau pemborosan pangan.

Secara global, kata Mardiono, sebanyak 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun. “Realitas ini memberikan gambaran bahwa rakyat Indonesia ikut andil dalam pemborosan makanan tersebut,” ungkar Mardiono.

Sementara itu, akibat sampah makanan telah menyebabkan negara mengalami kerugian ekonomi yang mencapai Rp 500 triliun pertahun atau setara dengan 4 – 5 persen Produk Domestik Brutto (PDB) Indonesia.

Ia mengungkapkan, sampah makan di Indonesia juga turut menyumbang sekitar 8 – 10 persen emisi gas rumah kaca, dan fakta tersebut menyababkan terjadinya pemanasan global.

Bahkan, jelas Mardiono, sejauh ini Indonesia menempatkan peringkat keempat sebagai negaravdengan produksi sampah makanan terbesar di dunia, setelah China, India, dan Nigeria denagn produksi sampah mencapai 21 juta ton tiap tahun.

Oleh karena itu, Mardiono minta agar para Chef terus berinovasi seputar makanan lokal untuk dikembangkan secara nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan. “Produksi bahan makanan di pedesaan cukup melimpah, tapi masyarakat belum memiliki panduan memproduksi makanan yang bergizi dari bahan pangan yang ada di sekelilingnya,” papar Mardiono.




FGD diikuti ratusan peserta dengan menghadiri puluhan chef dengan berbagai keahliannya dalam memproduksi pangam bergizi. FGD jug dimeriahkan dengan demo memasak makanan khas ibu ibu dari berbagai makanan daerah.

Badai Elnino

Disisi lain Mardiono juga menyikapi akan kenaikan sejumlah bahan pokok( bapok) akhir akhir ini.

Kenaikan harga beras dan cabai membuat masyarakat resah dan berharap pemerintah segera menstabilkan harga bapok tersebut.

" Ya terkait kenaikan sejumlah bahan pokok beras maupun cabai, tidak seluruh Indonesia, hanya ada didaerah daerah tertentu tapi pemerintah terus berusaha menstabilkan harga bahan pokok, memang badai Elnino mempengaruhi produksi pertanian di Indonesia, tapi pemerintah membantu masyarakat dengan bansos dll," pungkas Mardiono.( Reporter: Achmad Sholeh Alek)




  • DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan

    🕔13:35:15, 09 Mar 2026
  • RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern

    🕔08:17:28, 07 Mar 2026
  • Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia

    🕔20:25:03, 07 Mar 2026
  • Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi

    🕔10:06:03, 06 Mar 2026
  • 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan Disiagakan selama Operasi Ketupat 2026

    🕔01:49:26, 03 Mar 2026