- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman

Keterangan Gambar : Kemendag dan Kemenkopangan Tinjau harga Bapok di PS Minggu Jakarta Selatan, Sabtu,(28/3).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) pasca-Lebaran tetap terjaga. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau langsung kondisi pasar bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Minggu, pada Sabtu (28/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan bahwa stok bapok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bahan pangan lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Berdasarkan pantauan kami bersama para pedagang, pasokan bapok cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harga secara rutin, termasuk selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau sekitar 550 titik pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD, guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga komoditas strategis seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.
“Distribusi MINYAKITA kini sudah lebih dari 35 persen melalui BUMN pangan, sehingga ketersediaan dan harga bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan di lapangan cukup melimpah. “Beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur juga melimpah. Secara umum harga dan persediaan terkendali,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan tren positif, di mana sejumlah harga komoditas mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Bawang merah turun 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.
Beberapa harga bahkan berada di bawah Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, serta cabai merah di kisaran Rp50.000/kg.
Secara nasional, tren harga bapok juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2025. MINYAKITA misalnya, kini berada di kisaran Rp15.700/liter, turun dari Rp17.200/liter pada tahun lalu.
Di sisi lain, para pedagang mengakui kondisi pasokan dan harga relatif stabil. Rano, pedagang beras, menyebut pasokan saat ini aman dan harga mulai turun seiring panen.
Hal serupa disampaikan Selamet, pedagang telur, yang mengaku stok tetap terjaga meski permintaan masih tinggi.
Sementara Fatimah, pedagang sayur, menilai harga dan permintaan cenderung stabil pasca-Lebaran. Ia berharap kondisi ini dapat terus bertahan agar omzet pedagang meningkat.
Kunjungan ini turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Pemerintah pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).









1.jpg)







