- Tekan Blank Spot Internet, Diskominfosandi Barito Utara Perluas Program LINDA BATARA
- Wabup FelixTekankan Arah Pembangunan Daerah Pada Musrenbang Gunung Purei
- Dari Musrenbang Teweh Timur, Komitmen PKK Menguatkan Peran Keluarga
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Dan Komduk Patroli Malam, Warga Merasa Nyaman
- Ada Permainan Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Jelang HBKN? Laporkan ke Hotline Satgas Saber
- Sekjen ATR/BPN Pastikan Perencanaan Anggaran Tahun 2026 Matang Sejak Awal
- Sosialisasikan Permen ATR/Kepala BPN 1/2026, Sekjen: Terapkan secara Terstruktur dan Menyeluruh
- Dari Rotan hingga Kuliner, TP PKK Barito Utara Dorong Produktivitas Warga Teweh Timur
- Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan
- PRSI dan Fakultas Teknik Unsada Matangkan Kerja Sama Program Robotika untuk Negeri
Pemerintah Pastikan Stok Aman, Distribusi Bapok Dipercepat Jelang Puasa dan Lebaran

Keterangan Gambar : Berbagai kebutuhan bahan pokok.dok poto net
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,— Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) memandang perlu untuk mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) sebelum memasuki momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di tengah kondisi cuaca yang diperkirakan kurang bersahabat pada awal 2026.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H yang digelar di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (29/01/2026).
Rakor tersebut bertujuan memastikan kelancaran distribusi bapok jelang HBKN, kesiapan infrastruktur distribusi darat, laut, dan udara, serta menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Pastikan Stok Aman, Distribusi Bapok Dipercepat Jelang Puasa dan Lebaran
- Masa Liburan Lebaran 2026 Semakin Dekat, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- ABPEDNAS Tegaskan Komitmen Transparansi Desa, Jaksa Agung Jadi Ketua Dewan Pembina
- Arema FC Siap Implementasikan Holding UMKM untuk Pengelolaan Stadion Kanjuruhan
“Terkait distribusi, faktor yang perlu menjadi perhatian adalah kondisi cuaca pada Februari dan Maret 2026. Kami sepakat agar seluruh distributor, termasuk Bulog dan ID Food, sudah melancarkan pendistribusian bapok ke seluruh daerah sebelum HBKN,” ujar Iqbal.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rakor, kondisi cuaca pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2026 diperkirakan berpotensi mengganggu distribusi, khususnya di wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Papua.
Oleh karena itu, percepatan distribusi dilakukan untuk memastikan stok bapok tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri.
Untuk mempercepat distribusi antarpulau, khususnya ke wilayah Indonesia Timur, Kemendag mendorong optimalisasi dukungan logistik melalui program tol laut.
Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan layanan pelabuhan bersama Kementerian Perhubungan, termasuk inventarisasi kontainer untuk penugasan distribusi bapok.
Selain itu, Iqbal menyampaikan hasil positif implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
Aturan tersebut menetapkan alokasi Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng sawit sebesar 35 persen untuk minyak goreng rakyat. “Harga rata-rata nasional MINYAKITA saat ini Rp16.500 per liter, turun sekitar Rp300 per liter dibandingkan minggu sebelumnya. Kami berharap jika DMO sudah berjalan optimal hingga akhir bulan ini, harga eceran tertinggi (HET) dapat tercapai sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa stok telur ayam secara nasional saat ini berada dalam kondisi surplus. Ia mengimbau dinas perdagangan di daerah untuk berkoordinasi dengan asosiasi peternak ayam petelur guna memastikan distribusi telur berjalan optimal.
“Jika ada dinamika terkait ketersediaan stok telur, silakan berkoordinasi dengan kami atau langsung dengan Asosiasi Peternak Ayam Petelur Indonesia (Pinsar Petelur Nasional),” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kemendag mengimbau dinas perdagangan di daerah untuk menginisiasi rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat, mengintensifkan pemantauan harga dan stok, meningkatkan kerja sama perdagangan antardaerah, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog dan BUMN pangan.
Kemendag juga mendorong sinergi seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, asosiasi, dan pelaku usaha swasta guna menjaga kelancaran pasokan dan distribusi bapok, termasuk barang penting seperti gas elpiji, serta menyampaikan komunikasi publik yang positif dan kondusif menjelang, selama, dan pasca-Ramadan serta Idulfitri 1447 H.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















