- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- YPPM Tegas Buka Suara Soal Polemik UNMA : Tolak Intimidasi, Tegakkan Legalitas Kampus
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Festival Walet Emas 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur
- Pamit ke ATM, Motor Dibawa Kabur! Aksi Licik Curanmor PCX di Majalengka Berakhir Diborgol Polisi
UHAMKA dan DPPAPP DKI Kolaborasi Cegah Kekerasan Seksual

Keterangan Gambar : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6), bertempat di Aula A.R. Fakhruddin Lantai II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA.
Mengusung tema “Bersama Ciptakan Kampus Aman: Sinergi Mewujudkan Ruang Bebas Kekerasan Seksual,” kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusional UHAMKA dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UHAMKA, Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya kampus yang berpihak pada korban serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan perlindungan.
Baca Lainnya :
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Banjir Kembali Merendam Kawasan Permukiman Warga di Kebon Pala, Jakarta
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta

“Sosialisasi ini adalah langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap urgensi pencegahan kekerasan seksual. Kami berharap, dengan kerja sama bersama DPPAPP DKI Jakarta, mahasiswa dan dosen UHAMKA dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang yang aman dan beretika,” ujar Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Sundari Waris selaku komisioner Komnas Perempuan, AKP Kuswadi SH,. MH selaku Kanit 2 PPA Polda Metro Jaya, Noridha Weningsari, M.Psi Psikolog selaku Tenaga Ahli Psikologi Klinis Pusat PPA Provinsi DKI Jakarta, dan Mustiawan, M.I.Kom selaku Ketua Satgas PPKPT Uhamka. Narasumber memaparkan data, bentuk-bentuk kekerasan seksual di ranah pendidikan tinggi, serta mekanisme pelaporan dan perlindungan korban.
Mustiawan, M.I.Kom, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( SATGAS PPKPT) UHAMKA, menegaskan bahwa perlu adanya sinergi dari seluruh pihak khususnya pemerintah, kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan ruang yang bebas kekerasan seksual termasuk di lingkungan kampus.
”Dari 310 laporan kekerasan yang diterima oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek Per Agustus 2024, Kekerasan Seksual merupakan kekerasan yang sering terjadi mencapai 49,7%. Maka Perlu adanya kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak dalam menciptakan kampus aman yang bebas dari kekerasan seksual” ujar Mustiawan.
Kegiatan ini diikuti civitas akademik UHAMKA, dari mahasiswa, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif pun menjadi momentum penting dalam menggali pemahaman peserta serta menyuarakan aspirasi mahasiswa terkait pentingnya sistem pencegahan dan penanganan yang berpihak dan responsif.
Melalui kegiatan ini, UHAMKA menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan ruang aman dan setara bagi seluruh sivitas akademika.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















