- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
- Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Hadirkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah
- Bupati Barito Utara Resmikan Penggunaan Masjid Nurul Iman Desa Lemo I
- Wujudkan Soliditas Nyata PGRI, Korpri dan Baznas Kabupaten Blitar Bagikan 7.200 paket Takjil
- Partai NasDem Terima Aspirasi Gerakan Koperasi, Peran Perkoperasian Diperkuat
- Kapolri Silaturahmi Ramadan 2026 Bareng Buruh KSPSI di Jawa Timur
- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Pemkab Barito Utara Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi RPJMD 2025–2029
UHAMKA dan DPPAPP DKI Kolaborasi Cegah Kekerasan Seksual

Keterangan Gambar : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6), bertempat di Aula A.R. Fakhruddin Lantai II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA.
Mengusung tema “Bersama Ciptakan Kampus Aman: Sinergi Mewujudkan Ruang Bebas Kekerasan Seksual,” kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusional UHAMKA dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UHAMKA, Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya kampus yang berpihak pada korban serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan perlindungan.
Baca Lainnya :
- Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amakan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat
- Menteri Nusron Ungkap Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025
- Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI Jakarta, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Senilai Rp102 Triliun
- DPW Jembatan Kemajuan Bangsa DKI Jakarta Resmi Daftar ke Kesbangpol, Siap Bangun Sinergi dengan Pemprov
- Ketua DPRD DKI: Bank Jakarta Naik Kelas, Kartu Debit Visa Bisa Digunakan di 200 Negara

“Sosialisasi ini adalah langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap urgensi pencegahan kekerasan seksual. Kami berharap, dengan kerja sama bersama DPPAPP DKI Jakarta, mahasiswa dan dosen UHAMKA dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang yang aman dan beretika,” ujar Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Sundari Waris selaku komisioner Komnas Perempuan, AKP Kuswadi SH,. MH selaku Kanit 2 PPA Polda Metro Jaya, Noridha Weningsari, M.Psi Psikolog selaku Tenaga Ahli Psikologi Klinis Pusat PPA Provinsi DKI Jakarta, dan Mustiawan, M.I.Kom selaku Ketua Satgas PPKPT Uhamka. Narasumber memaparkan data, bentuk-bentuk kekerasan seksual di ranah pendidikan tinggi, serta mekanisme pelaporan dan perlindungan korban.
Mustiawan, M.I.Kom, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( SATGAS PPKPT) UHAMKA, menegaskan bahwa perlu adanya sinergi dari seluruh pihak khususnya pemerintah, kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan ruang yang bebas kekerasan seksual termasuk di lingkungan kampus.
”Dari 310 laporan kekerasan yang diterima oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek Per Agustus 2024, Kekerasan Seksual merupakan kekerasan yang sering terjadi mencapai 49,7%. Maka Perlu adanya kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak dalam menciptakan kampus aman yang bebas dari kekerasan seksual” ujar Mustiawan.
Kegiatan ini diikuti civitas akademik UHAMKA, dari mahasiswa, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif pun menjadi momentum penting dalam menggali pemahaman peserta serta menyuarakan aspirasi mahasiswa terkait pentingnya sistem pencegahan dan penanganan yang berpihak dan responsif.
Melalui kegiatan ini, UHAMKA menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan ruang aman dan setara bagi seluruh sivitas akademika.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















