- Dukung Ekonomi Berkeadilan, Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Bursa Wirausaha Unggulan
- Hendik Budi Yuantoro Penerima Mandat PAW DPP PDI Perjuangan
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- LSM GANNAS Geruduk Dewan Atas Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
Terus Dukung Swasembada Pangan, Kementan Sertifikasi Penyuluh dan Mahasiswa Politeknik Enjinering

Keterangan Gambar : penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bengkulu– Sebanyak 98 penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
Sertifikasi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan skema baru sesuai SKKNI No. 162 Tahun 2021. Skema disusun berdasarkan jenjang jabatan penyuluh, seperti PP Ahli Madya, Ahli Muda, Ahli Pertama, PP Terampil, dan PP Mahir.
Kegiatan melibatkan lima asesor dan digelar dalam dua gelombang pada 2–6 Juli 2025 di Hotel Omnea, Bengkulu.
Baca Lainnya :
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus swasembada pangan tanpa impor, sebuah tantangan besar bagi Kementan karena menyangkut sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat pernyataan tersebut. Ia menyebut penyuluh sebagai pahlawan pangan dan garda terdepan dalam mencapai swasembada.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan peran penting SDM penyuluhan.
Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. "Perannya sangat signifikan untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Santi.
Sertifikasi dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty, pada Kamis (3/7/2025).
Inneke menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi penyuluh.
“Sertifikasi diperlukan karena penyuluh adalah penggerak utama dalam pengembangan sektor pertanian,” ujarnya.

Sertifikasi ini juga berdampak langsung pada peningkatan kapasitas penyuluh dalam memotivasi petani dan mendorong produktivitas pertanian.
Karena itu, Kementan terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Polbangtan Bogor, dan Dinas TPHP Kota Bengkulu. Di kesempatan yang sama, juga dilakukan sertifikasi mahasiswa PEPI untuk skema Teknisi Perawatan Alsintan dan Pembudidaya Tanaman Hidroponik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)
















