- Bupati Shalahuddin Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Shiratal Mustaqim
- Bupati Barito Utara Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan di Desa Batu Raya 1
- Sekda Muhlis Pimpin Rakor Penanganan Kelangkaan BBM, Satgas Segera Turun ke Lapangan
- Kunspek Komisi VIII, Maryono Dorong Dinas Damkar Segera Terwujud.
- Saldo Nasabah Raib Jutaan Rupiah Lewat QRIS, CBA: BCA Harus Tanggung Jawab dan OJK Lemah Pengawasan
- Bupati Barito Utara Tegaskan Penindakan Terhadap Pelangsir dan Penimbun BBM.
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Elim Tyu Samba : PBSI Kota Blitar Harus Semakin Solid Bina Prestasi Bulu Tangkis .
Terus Dukung Swasembada Pangan, Kementan Sertifikasi Penyuluh dan Mahasiswa Politeknik Enjinering

Keterangan Gambar : penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bengkulu– Sebanyak 98 penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
Sertifikasi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan skema baru sesuai SKKNI No. 162 Tahun 2021. Skema disusun berdasarkan jenjang jabatan penyuluh, seperti PP Ahli Madya, Ahli Muda, Ahli Pertama, PP Terampil, dan PP Mahir.
Kegiatan melibatkan lima asesor dan digelar dalam dua gelombang pada 2–6 Juli 2025 di Hotel Omnea, Bengkulu.
Baca Lainnya :
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus swasembada pangan tanpa impor, sebuah tantangan besar bagi Kementan karena menyangkut sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat pernyataan tersebut. Ia menyebut penyuluh sebagai pahlawan pangan dan garda terdepan dalam mencapai swasembada.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan peran penting SDM penyuluhan.
Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. "Perannya sangat signifikan untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Santi.
Sertifikasi dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty, pada Kamis (3/7/2025).
Inneke menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi penyuluh.
“Sertifikasi diperlukan karena penyuluh adalah penggerak utama dalam pengembangan sektor pertanian,” ujarnya.

Sertifikasi ini juga berdampak langsung pada peningkatan kapasitas penyuluh dalam memotivasi petani dan mendorong produktivitas pertanian.
Karena itu, Kementan terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Polbangtan Bogor, dan Dinas TPHP Kota Bengkulu. Di kesempatan yang sama, juga dilakukan sertifikasi mahasiswa PEPI untuk skema Teknisi Perawatan Alsintan dan Pembudidaya Tanaman Hidroponik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

.jpg)
.jpg)













