- Anis Byarwati: Reformasi Pajak Harus Perluas Basis, Bukan Sekadar Digitalisasi
- Hebat! Siswa SMA Taruna Nusantara Tembus 15 Universitas Global dengan Beasiswa Fantastis
- Tiga Personel Polda Metro Jaya Wakili Indonesia di World Cup Indoor Skydiving 2026 Prancis
- Kementerian ATR/BPN Jadi _Supporting_ Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
- Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
- Serapan Lokal Didorong, Program MBG Dinilai DPRD Bisa Dongkrak Kesejahteraan Petani Barito Utara
- DPRD Barito Utara Soroti Program MBG Terurai Dari Varian Menu Tak Sesuai Selera Anak hingga Dugaan Kualitas Makanan Tak Layak
- Anggota DPRD Hj Nety Herawati Soroti Program MBG Pengawasan Diminta Diperketat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
- MBG Belum Merata, Patih Herman Soroti Pengawasan dan Ketepatan Sasaran
Terus Dukung Swasembada Pangan, Kementan Sertifikasi Penyuluh dan Mahasiswa Politeknik Enjinering

Keterangan Gambar : penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bengkulu– Sebanyak 98 penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
Sertifikasi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan skema baru sesuai SKKNI No. 162 Tahun 2021. Skema disusun berdasarkan jenjang jabatan penyuluh, seperti PP Ahli Madya, Ahli Muda, Ahli Pertama, PP Terampil, dan PP Mahir.
Kegiatan melibatkan lima asesor dan digelar dalam dua gelombang pada 2–6 Juli 2025 di Hotel Omnea, Bengkulu.
Baca Lainnya :
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus swasembada pangan tanpa impor, sebuah tantangan besar bagi Kementan karena menyangkut sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat pernyataan tersebut. Ia menyebut penyuluh sebagai pahlawan pangan dan garda terdepan dalam mencapai swasembada.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan peran penting SDM penyuluhan.
Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. "Perannya sangat signifikan untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Santi.
Sertifikasi dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty, pada Kamis (3/7/2025).
Inneke menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi penyuluh.
“Sertifikasi diperlukan karena penyuluh adalah penggerak utama dalam pengembangan sektor pertanian,” ujarnya.

Sertifikasi ini juga berdampak langsung pada peningkatan kapasitas penyuluh dalam memotivasi petani dan mendorong produktivitas pertanian.
Karena itu, Kementan terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Polbangtan Bogor, dan Dinas TPHP Kota Bengkulu. Di kesempatan yang sama, juga dilakukan sertifikasi mahasiswa PEPI untuk skema Teknisi Perawatan Alsintan dan Pembudidaya Tanaman Hidroponik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

















