- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Terus Dukung Swasembada Pangan, Kementan Sertifikasi Penyuluh dan Mahasiswa Politeknik Enjinering

Keterangan Gambar : penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bengkulu– Sebanyak 98 penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi kompetensi untuk mendukung program swasembada pangan.
Sertifikasi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan skema baru sesuai SKKNI No. 162 Tahun 2021. Skema disusun berdasarkan jenjang jabatan penyuluh, seperti PP Ahli Madya, Ahli Muda, Ahli Pertama, PP Terampil, dan PP Mahir.
Kegiatan melibatkan lima asesor dan digelar dalam dua gelombang pada 2–6 Juli 2025 di Hotel Omnea, Bengkulu.
Baca Lainnya :
- Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus swasembada pangan tanpa impor, sebuah tantangan besar bagi Kementan karena menyangkut sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperkuat pernyataan tersebut. Ia menyebut penyuluh sebagai pahlawan pangan dan garda terdepan dalam mencapai swasembada.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan peran penting SDM penyuluhan.
Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. "Perannya sangat signifikan untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Santi.
Sertifikasi dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty, pada Kamis (3/7/2025).
Inneke menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi penyuluh.
“Sertifikasi diperlukan karena penyuluh adalah penggerak utama dalam pengembangan sektor pertanian,” ujarnya.

Sertifikasi ini juga berdampak langsung pada peningkatan kapasitas penyuluh dalam memotivasi petani dan mendorong produktivitas pertanian.
Karena itu, Kementan terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh melalui sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Polbangtan Bogor, dan Dinas TPHP Kota Bengkulu. Di kesempatan yang sama, juga dilakukan sertifikasi mahasiswa PEPI untuk skema Teknisi Perawatan Alsintan dan Pembudidaya Tanaman Hidroponik.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)


.jpg)
.jpg)



.jpg)








