- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
Sejumlah Sekolah Dipalak Wartawan Bodrek, PWI Tanah Laut, Ini Mencoreng Profesi Wartawan

Megapolitanpos.com, Jakarta– Beberapa kepala sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tanah Laut dipalak seseorang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.
Dilansir dari Radar Banjarmasin, target oknum ini adalah SMAN 1 Jorong, SMAN 1 Kurau, SMAN 1 Tambang Ulang, dan SMAN 1 Batu Ampar.
Oknum wartawan ini meminta sejumlah uang lewat pesan WhatsApp. Alasannya untuk membantu biaya berobat orang tua yang sedang sakit.
Baca Lainnya :
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Ketua SMSI : Pimpinan Daerahl Hanya Sibuk Pencitraan Daripada Bangun Kota Blitar
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
Kepsek SMAN 1 Jorong, Ikhwani Yusuf mengaku dimintai duit sebanyak Rp2 juta. “Oknum itu sempat menelepon lewat WhatsApp, tetapi belum sempat terjawab, kemudian ada pesan masuk,” ungkapnya kemarin (27/2).
Oknum wartawan ini mengaku bernama Agus. Tentu saja, permintaan bantuan itu diselipi pesan ancaman. “Jika tidak membantu, artinya mengajak bermusuhan. Dan ia akan mencari-cari kesalahan saya,” imbuh Ikhwani.
Karena belum ada kerugian material, Ikhwani pun merasa belum perlu melapor ke polisi. “Nomornya sudah saya blokir,” tegasnya.
Sama dengan yang dialami Kepsek SMAN 1 Kurau, Muhammad Hifni. “Oknum itu menghubungi saya, mengancam kalau tidak diberi uang akan mencari-cari kesalahan sekolah saya. Oknum itu mengaku bernama Agus dari Media Lentera Indonesia,” bebernya.
Merasa tidak salah dan tidak mengenal Agus, Hifni pun menolak mengirimkan uang yang diminta.
Sementara itu, Kapolsek Kurau Iptu Mujiono mengaku belum menerima laporan kasus tersebut. Begitu pula dengan jawaban Kapolsek Jorong Iptu Andik Ariyanto. “Tapi akan saya cari informasinya ke sekolah,” janji Andik.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Laut, Dedet Achmad Junaidi meminta narasumber untuk lebih berhati-hati.
Jika ada orang yang mengaku-ngaku wartawan di Tala, bisa segera menghubungi kami (PWI) untuk mengetahui benar atau tidaknya,” pesannya.
Kalau perlu, minta ia menunjukkan kartu UKW (Uji Kompetensi Wartawan) dari Dewan Pers.
Dedet pun menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk meminta-minta sejumlah uang. “Ini mencoreng profesi sebagai wartawan,” tutupnya. (AS)
















