- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
Sejumlah Sekolah Dipalak Wartawan Bodrek, PWI Tanah Laut, Ini Mencoreng Profesi Wartawan

Megapolitanpos.com, Jakarta– Beberapa kepala sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tanah Laut dipalak seseorang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.
Dilansir dari Radar Banjarmasin, target oknum ini adalah SMAN 1 Jorong, SMAN 1 Kurau, SMAN 1 Tambang Ulang, dan SMAN 1 Batu Ampar.
Oknum wartawan ini meminta sejumlah uang lewat pesan WhatsApp. Alasannya untuk membantu biaya berobat orang tua yang sedang sakit.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
Kepsek SMAN 1 Jorong, Ikhwani Yusuf mengaku dimintai duit sebanyak Rp2 juta. “Oknum itu sempat menelepon lewat WhatsApp, tetapi belum sempat terjawab, kemudian ada pesan masuk,” ungkapnya kemarin (27/2).
Oknum wartawan ini mengaku bernama Agus. Tentu saja, permintaan bantuan itu diselipi pesan ancaman. “Jika tidak membantu, artinya mengajak bermusuhan. Dan ia akan mencari-cari kesalahan saya,” imbuh Ikhwani.
Karena belum ada kerugian material, Ikhwani pun merasa belum perlu melapor ke polisi. “Nomornya sudah saya blokir,” tegasnya.
Sama dengan yang dialami Kepsek SMAN 1 Kurau, Muhammad Hifni. “Oknum itu menghubungi saya, mengancam kalau tidak diberi uang akan mencari-cari kesalahan sekolah saya. Oknum itu mengaku bernama Agus dari Media Lentera Indonesia,” bebernya.
Merasa tidak salah dan tidak mengenal Agus, Hifni pun menolak mengirimkan uang yang diminta.
Sementara itu, Kapolsek Kurau Iptu Mujiono mengaku belum menerima laporan kasus tersebut. Begitu pula dengan jawaban Kapolsek Jorong Iptu Andik Ariyanto. “Tapi akan saya cari informasinya ke sekolah,” janji Andik.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Laut, Dedet Achmad Junaidi meminta narasumber untuk lebih berhati-hati.
Jika ada orang yang mengaku-ngaku wartawan di Tala, bisa segera menghubungi kami (PWI) untuk mengetahui benar atau tidaknya,” pesannya.
Kalau perlu, minta ia menunjukkan kartu UKW (Uji Kompetensi Wartawan) dari Dewan Pers.
Dedet pun menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk meminta-minta sejumlah uang. “Ini mencoreng profesi sebagai wartawan,” tutupnya. (AS)

.jpg)













