- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
Sejumlah Sekolah Dipalak Wartawan Bodrek, PWI Tanah Laut, Ini Mencoreng Profesi Wartawan

Megapolitanpos.com, Jakarta– Beberapa kepala sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Tanah Laut dipalak seseorang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.
Dilansir dari Radar Banjarmasin, target oknum ini adalah SMAN 1 Jorong, SMAN 1 Kurau, SMAN 1 Tambang Ulang, dan SMAN 1 Batu Ampar.
Oknum wartawan ini meminta sejumlah uang lewat pesan WhatsApp. Alasannya untuk membantu biaya berobat orang tua yang sedang sakit.
Baca Lainnya :
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- PWI Jaya Perkuat Profesionalisme Wartawan Lewat OKK Khusus Peningkatan Status
Kepsek SMAN 1 Jorong, Ikhwani Yusuf mengaku dimintai duit sebanyak Rp2 juta. “Oknum itu sempat menelepon lewat WhatsApp, tetapi belum sempat terjawab, kemudian ada pesan masuk,” ungkapnya kemarin (27/2).
Oknum wartawan ini mengaku bernama Agus. Tentu saja, permintaan bantuan itu diselipi pesan ancaman. “Jika tidak membantu, artinya mengajak bermusuhan. Dan ia akan mencari-cari kesalahan saya,” imbuh Ikhwani.
Karena belum ada kerugian material, Ikhwani pun merasa belum perlu melapor ke polisi. “Nomornya sudah saya blokir,” tegasnya.
Sama dengan yang dialami Kepsek SMAN 1 Kurau, Muhammad Hifni. “Oknum itu menghubungi saya, mengancam kalau tidak diberi uang akan mencari-cari kesalahan sekolah saya. Oknum itu mengaku bernama Agus dari Media Lentera Indonesia,” bebernya.
Merasa tidak salah dan tidak mengenal Agus, Hifni pun menolak mengirimkan uang yang diminta.
Sementara itu, Kapolsek Kurau Iptu Mujiono mengaku belum menerima laporan kasus tersebut. Begitu pula dengan jawaban Kapolsek Jorong Iptu Andik Ariyanto. “Tapi akan saya cari informasinya ke sekolah,” janji Andik.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Laut, Dedet Achmad Junaidi meminta narasumber untuk lebih berhati-hati.
Jika ada orang yang mengaku-ngaku wartawan di Tala, bisa segera menghubungi kami (PWI) untuk mengetahui benar atau tidaknya,” pesannya.
Kalau perlu, minta ia menunjukkan kartu UKW (Uji Kompetensi Wartawan) dari Dewan Pers.
Dedet pun menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk meminta-minta sejumlah uang. “Ini mencoreng profesi sebagai wartawan,” tutupnya. (AS)








.jpg)








