- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Polda Metro Ungkap Sindikat Peredaran Meterai Palsu, Dirjen Pajak Beri Penghargaan
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
Sahuti Aspirasi Masyarakat, Wakil Bupati Tinjau Kondisi Bantaran Sungai Liga Asahan

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi saat melakukan peninjauan dibantaran sungai
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Sepanjang lebih kurang 3 Km aliran Sungai Sei Liga Asahan yang membelah Desa Pulau Pule dengan Desa Hessa Perlompongan Kecamatan Air Batu, dari Jembatan Tani Jaya menuju Jembatan Hessa Perlompongan akan dinormalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.
“Normalisasi ini merupakan arahan dari Bupati Asahan H Surya BSc menyahuti aspirasi masyarakat desa tersebut, yang mengalami kerugian akibat terendamnya lahan pertanian mereka,” ucap Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi saat melakukan peninjauan dibantaran sungai tersebut, didampingi Asisten Administrasi Umum, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Asahan serta Camat Air Batu, Kamis (23/02/2023).
Lebih lanjut, Taufik mengatakan normalisasi ini akan dilaksanakan setelah mendapat surat pernyataan, tidak meminta ganti rugi dari masyarakat di bantaran sungai, yang tanahnya terkena dampak dari normalisasi.
Baca Lainnya :
- Budidaya Melon Lahan Sempit Untuk Daerah Perkotaan
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Sawah Masih Menyusut, Menteri Nusron Akan Terapkan Kebijakan Darurat Perlindungan Lahan Pertanian
- Satgas Gulbencal Kodim Tapteng Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Banjir Susulan di Kecamatan Tukka
- Relawan BNI Bergabung dalam Aksi BUMN Peduli, Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh
“Normalisasi akan segera kami laksanakan, tetapi sebelumnya kami meminta surat pernyataan dari masyarakat untuk tidak meminta ganti rugi, apabila tanahnya terkena dampak dari normalisasi, dan segera memperbaiki administrasi dari permohonan tersebut,” terang Taufik.
Ditambahkannya, pelaksanaan normalisasi nantinya akan menggunakan alat berat excavator yang berguna untuk mengeruk sungai, agar mengurangi pendangkalan dan mengembalikan fungsi sungai sebagai pengendali banjir, untuk mengoptimalkan saat menghadapi debit air yang meningkat pada musim hujan.
“Kepada masyarakat agar tidak menanam kembali sawit di bantaran sungai setelah dilakukan normalisasi, untuk menjaga sungai tetap dalam keadaan baik. Dan saling bergotong royong membantu pekerja yang melakukan normalisasi,” harap Taufik. (DS)

















