- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Momentum Idul Fitri selalu menjadi waktu yang tepat untuk kembali ke fitrah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kepedulian sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga semakin mendapat sorotan.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menilai bahwa perempuan—terutama para ibu—memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Baca Lainnya :
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan tetap terpenuhi walaupun kondisi ekonomi tidak mudah,” ujar Anis.
Ia mengakui bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan belum pulihnya daya beli membuat banyak keluarga harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan.
“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.
Meski demikian, Anis menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan, melainkan tanggung jawab yang pada dasarnya berada pada laki-laki. Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dinilai sebagai bentuk dukungan yang memperkuat, bukan kewajiban utama.
“Ketika perempuan ikut berkontribusi, itu adalah kekuatan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini justru menuntut adanya kerja sama yang lebih baik antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Mengelola ekonomi keluarga membutuhkan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang bijak. Dengan kerja sama yang sehat, beban tidak bertumpu pada satu pihak, sehingga keluarga lebih kuat menghadapi tantangan,” jelas Anis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan terhadap perempuan, terutama dalam sektor ekonomi produktif seperti UMKM.
“Perempuan memiliki potensi besar di sektor UMKM. Akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus diperkuat agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” tambahnya.
Di momen Idul Fitri ini, Anis mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, khususnya bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi.
“Idul Fitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi kunci menjaga kekuatan sosial di tengah situasi yang menantang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan perempuan Indonesia tidak hanya tangguh menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga mendapatkan dukungan dan kemitraan yang seimbang
dalam keluarga.
“Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” tutupnya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)










