- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Momentum Idul Fitri selalu menjadi waktu yang tepat untuk kembali ke fitrah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kepedulian sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga semakin mendapat sorotan.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menilai bahwa perempuan—terutama para ibu—memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Baca Lainnya :
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Destinasi Wisata Bintan Jadi Wadah Promosi Produk UMKM Lokal
“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan tetap terpenuhi walaupun kondisi ekonomi tidak mudah,” ujar Anis.
Ia mengakui bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan belum pulihnya daya beli membuat banyak keluarga harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan.
“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.
Meski demikian, Anis menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan, melainkan tanggung jawab yang pada dasarnya berada pada laki-laki. Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dinilai sebagai bentuk dukungan yang memperkuat, bukan kewajiban utama.
“Ketika perempuan ikut berkontribusi, itu adalah kekuatan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini justru menuntut adanya kerja sama yang lebih baik antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Mengelola ekonomi keluarga membutuhkan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang bijak. Dengan kerja sama yang sehat, beban tidak bertumpu pada satu pihak, sehingga keluarga lebih kuat menghadapi tantangan,” jelas Anis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan terhadap perempuan, terutama dalam sektor ekonomi produktif seperti UMKM.
“Perempuan memiliki potensi besar di sektor UMKM. Akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus diperkuat agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” tambahnya.
Di momen Idul Fitri ini, Anis mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, khususnya bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi.
“Idul Fitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi kunci menjaga kekuatan sosial di tengah situasi yang menantang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan perempuan Indonesia tidak hanya tangguh menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga mendapatkan dukungan dan kemitraan yang seimbang
dalam keluarga.
“Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” tutupnya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)








.jpg)




