- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
Rekan Anies, Ajak Aktivis 98 Untuk Memperjuangkan Keadilan Sosial
Keadilan Sosial adalah isu penting yang harus dibangun dalam wacana menuju 2024

Keterangan Gambar : Acara Konsolidasi Aktivis 98
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Agung Nugroho, Pendiri Relawan Kemenangan Anies (Rekan Anies) dalam acara Konsolidasi Aktivis 98 yang mengangkat tema "Indonesia Darurat Demokrasi" hari Senin (6/1) di kawasan Jakarta Selatan. Agung mengajak aktivis 98 untuk ikut memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial di seluruh Indonesia lewat dukungannya kepada capres di pemilu 2024.
"Sebagai aktivis, tentunya kita mendukung karena konsepsi politiknya tentang Indonesia di 2024 bukan semata-mata karena figurnya" ujar Agung.
Keadilan Sosial adalah isu penting yang harus dibangun dalam wacana menuju 2024 sebagai ruang perdebatan yang produktif untuk menggeser perdebatan yang tidak produktif selama 10 tahun belakangan ini. Agung menganggap perdebatan yang tidak produktif tersebut justru menegasikan persoalan kesejahteraan rakyat yang selama ini jauh dari harapan cita-cita reformasi 98.
"Isu keadilan sosial harus bisa menggeser perdebatan yang hanya mempersempit pemahaman ilmiah kita sebagai aktivis sehingga melupakan persoalan kesejahteraan rakyat" harap Agung.
Terkait dengan Indonesia Darurat Demokrasi, Agung mengatakan bahwa gejalanya memang mengarah kepada darurat demokrasi. Hal ini ditunjukan olehnya dengan berkembangnya wacana penundaan pemilu dan merubah batas periode presiden menjadi 3 periode. Menurut Agung, hal tersebut adalah mengingkari ruh perjuangan reformasi 98 yaitu membatasi waktu kekuasaan presiden hanya 2 periode.
"Mengingkari ruh reformasi 98 dan juga makar terhadap konstitusi, dan menjadi kewajiban semua aktivis 98 untuk menblocking agar itu tidak terjadi" seru Agung.
Selain soal penundaan pemilu dan 3 periode jabatan presiden, Agung juga mengungkapkan gejala lainnya sehingga demokrasi Indonesia dalam kondisi darurat dimana saat ini alam pikiran kita coba diintervensi untuk menganggap wajar semua proses pengkondisian yang dijalankan penguasa saat ini, dimana penuh dengan praktik yang tidak normal dan tidak boleh dinormalkan dalam demokrasi.
"Kita mengganggap wajar pelemahan demokrasi yang dilakukan oleh penguasa secara pelan-pelan, sehingga kita menjadi terbiasa dengan kondisi saat ini yang sebenarnya sangat buruk" tutup Agung.
Konsolidasi Aktivis 98 yang mengangkat tema "Indonesia Darurat Demorasi" para nara sumber yaitu Ketua Ganjar Pranowo Mania, Imanuel Ebenezer (Noel); Ketua Seknas Puan Maharani Presiden, Firman Tendri; Pendiri Rekan Anies Indonesia, Agung Nugroho; Barikade'98, Hengky Irawan, dan Ketua Umum Jariraya, Laode Kamaludin.




.jpg)












