Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Polisi Gerebek Terduga Teroris di Taman Balaraja Setelah Menangkap PNS Dinas Pertanian

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu tersangka teroris di Kabupaten Tangerang, Banten. Penangkapan menyasar kepada T, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pertanian. Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka terorisme itu berupa buku dengan berbagai judul, dan satu buah telepon genggam. “Ada barang bukti yang diamankan oleh tim Densus, selanjutnya yang bersangkutan dan barang bukti kita bawa ke kantor Densus,” kata Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, saat dikonfirmasi. Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Tangerang Azis Gunawan membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan anak buahnya yang ditangkap itu bernama Tobiin. “Iya betul, betul (ditangkap Densus 88). Tadi habis Subuh di masjid yang dekat tempat tinggalnya di Sepatan Timur. Namanya Tobiin,” Selasa (15/3/2022). Azis membenarkan status Tobiin di Disperta sudah PNS sekitar sepuluh tahun. Azis sudah melaporkan penangkapan ini kepada Sekda Kabupaten Tangerang. “Benar, iya, PNS. Sudah dari CPNS di Disperta sini sekitar sepuluh tahun atau lebih. Memang dia lulusan pertanian dari Unila. Iya benar, ditangkap, mengarahnya ke situ (dugaan terorisme). Saya sudah lapor ke Pak Sekda juga,” tambahnya. Tobiin menjabat sebagai staf di Disperta. Azis mengaku kaget atas penangkapan itu. “Staf analisa alat mesin pertanian. Staf biasa, bukan pejabat struktural. Saya sendiri juga cukup mengagetkanlah, ya. Tobiin perangainya baik, banyak ide, banyak gagasan ya, punya kemampuanlah. Tidak ada tanda-tanda seperti yang diduga atas penangkapannya,” ungkapnya. Azis pertama kali mendapatkan kabar terkait penangkapan itu dari keluarga Tobiin. “Keluarganya, istrinya, yang menyampaikan ke saya lewat telepon bahwa sepulang dari masjid, (Tobiin) tidak pulang lagi ke rumah abis salat Subuh. Terus juga tidak lama lagi pihak yang berwajib Densus, ya, ke rumahnya Tobiin, ke keluarganya, menyampaikan bahwa diamankan,” bebernya. Azis menambahkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib. Penegakan hukum, jelas Azis, harus tetap diterapkan. “Ya artinya saya selaku pemerintah, kalau memang salah, ya ditindaklah ya, sesuai dengan aturan, tidak ada pilih-pilih kasih siapa pun yang bertindak. Kita tetap menyesalinya, tapi penegakan hukum tetap harus ditegakkan,” pungkasnya. Ditempat terpisah, Polisi mengamankan seorang terduga terorisme yang berlokasi di sekitar Perumahan Taman Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Selasa 15 Maret 2022. Pantauan di lapangan, masih ada anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi penggeledahan. Beberapa petugas terlihat membawa sejumlah barang bukti dari dalam rumah. Penangkapan di Perum Taman Balaraja, Jalan Flamboyan I, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya merupakan yang kedua setelah setelah sebelumnya Densus 88 meringkus PNS Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang pada hari yang sama usai Salat subuh. Keduanya diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah. Kepala Bagian (Kabag) Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar membenarkan hal tersebut. “Betul, masih proses,” kata Aswin. Sementara, di lokasi kejadian, pihak kepolisian nampak berjaga di sekitar kawasan komplek perumahan itu. Beberapa petugas pun terlihat mengamankan sejumlah barang bukti yang disimpan di dalam plastik bening. Belum diketahui, apakah pengamanan yang disertai penggeledahan itu merupakan rangkaian dari penangkapan tersangka teroris berinisial TO atau tidak. Yanto, salah seorang tetangga tersangka mengungkapkan sejauh ini penangkapan hanya dilakukan pada U. Sementara istri dan anaknya masih berada di rumah. “Tadi di rumah Pak U, digeledah, tapi saya enggak tahu, si bapaknya dibawa apa enggak. Cuma istri sama 3 anaknya mah masih dirumah,” ujarnya.Jhn

.jpg)






.jpg)








