Breaking News
- PRSI Hadiri Bukber di Kantor Staf Presiden, Dorong SDM Berbasis Teknologi
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
Polisi Gerebek Terduga Teroris di Taman Balaraja Setelah Menangkap PNS Dinas Pertanian

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu tersangka teroris di Kabupaten Tangerang, Banten. Penangkapan menyasar kepada T, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pertanian. Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka terorisme itu berupa buku dengan berbagai judul, dan satu buah telepon genggam. “Ada barang bukti yang diamankan oleh tim Densus, selanjutnya yang bersangkutan dan barang bukti kita bawa ke kantor Densus,” kata Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, saat dikonfirmasi. Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Tangerang Azis Gunawan membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan anak buahnya yang ditangkap itu bernama Tobiin. “Iya betul, betul (ditangkap Densus 88). Tadi habis Subuh di masjid yang dekat tempat tinggalnya di Sepatan Timur. Namanya Tobiin,” Selasa (15/3/2022). Azis membenarkan status Tobiin di Disperta sudah PNS sekitar sepuluh tahun. Azis sudah melaporkan penangkapan ini kepada Sekda Kabupaten Tangerang. “Benar, iya, PNS. Sudah dari CPNS di Disperta sini sekitar sepuluh tahun atau lebih. Memang dia lulusan pertanian dari Unila. Iya benar, ditangkap, mengarahnya ke situ (dugaan terorisme). Saya sudah lapor ke Pak Sekda juga,” tambahnya. Tobiin menjabat sebagai staf di Disperta. Azis mengaku kaget atas penangkapan itu. “Staf analisa alat mesin pertanian. Staf biasa, bukan pejabat struktural. Saya sendiri juga cukup mengagetkanlah, ya. Tobiin perangainya baik, banyak ide, banyak gagasan ya, punya kemampuanlah. Tidak ada tanda-tanda seperti yang diduga atas penangkapannya,” ungkapnya. Azis pertama kali mendapatkan kabar terkait penangkapan itu dari keluarga Tobiin. “Keluarganya, istrinya, yang menyampaikan ke saya lewat telepon bahwa sepulang dari masjid, (Tobiin) tidak pulang lagi ke rumah abis salat Subuh. Terus juga tidak lama lagi pihak yang berwajib Densus, ya, ke rumahnya Tobiin, ke keluarganya, menyampaikan bahwa diamankan,” bebernya. Azis menambahkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib. Penegakan hukum, jelas Azis, harus tetap diterapkan. “Ya artinya saya selaku pemerintah, kalau memang salah, ya ditindaklah ya, sesuai dengan aturan, tidak ada pilih-pilih kasih siapa pun yang bertindak. Kita tetap menyesalinya, tapi penegakan hukum tetap harus ditegakkan,” pungkasnya. Ditempat terpisah, Polisi mengamankan seorang terduga terorisme yang berlokasi di sekitar Perumahan Taman Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Selasa 15 Maret 2022. Pantauan di lapangan, masih ada anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi penggeledahan. Beberapa petugas terlihat membawa sejumlah barang bukti dari dalam rumah. Penangkapan di Perum Taman Balaraja, Jalan Flamboyan I, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya merupakan yang kedua setelah setelah sebelumnya Densus 88 meringkus PNS Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang pada hari yang sama usai Salat subuh. Keduanya diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah. Kepala Bagian (Kabag) Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar membenarkan hal tersebut. “Betul, masih proses,” kata Aswin. Sementara, di lokasi kejadian, pihak kepolisian nampak berjaga di sekitar kawasan komplek perumahan itu. Beberapa petugas pun terlihat mengamankan sejumlah barang bukti yang disimpan di dalam plastik bening. Belum diketahui, apakah pengamanan yang disertai penggeledahan itu merupakan rangkaian dari penangkapan tersangka teroris berinisial TO atau tidak. Yanto, salah seorang tetangga tersangka mengungkapkan sejauh ini penangkapan hanya dilakukan pada U. Sementara istri dan anaknya masih berada di rumah. “Tadi di rumah Pak U, digeledah, tapi saya enggak tahu, si bapaknya dibawa apa enggak. Cuma istri sama 3 anaknya mah masih dirumah,” ujarnya.Jhn

















