- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi

Keterangan Gambar : Di ruang Satnarkoba Polres Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Komitmen Polres Majalengka dalam memberantas peredaran obat keras ilegal kembali membuahkan hasil. Seorang pemuda berinisial DA (26) tak berkutik saat digerebek aparat Satuan Reserse Narkoba karena diduga kuat menjadi pengedar obat keras jenis Tramadol.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kediaman tersangka di Desa Racaputat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba Polres Majalengka, AKP Sigit Purnomo, SH, mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intensif petugas di lapangan.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
"Awalnya dilakukan penggeledahan badan, namun tidak ditemukan barang bukti. Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di dalam rumah," ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Hasilnya, polisi menemukan satu dus berisi 100 butir Tramadol yang disimpan di dalam lemari kamar tersangka. Selain itu, satu butir Tramadol lainnya ditemukan dalam kotak hitam bertuliskan "JFR STUDIO".
Total barang bukti yang diamankan sebanyak 101 butir. Tak hanya itu, petugas juga menyita satu unit ponsel Infinix HOT 50 Pro+ warna silver yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi dan promosi penjualan obat keras ilegal tersebut.
Kini, tersangka telah diamankan di Mapolres Majalengka untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan pemasok di balik peredaran obat keras tersebut.
Atas perbuatannya, DA dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) atau Pasal 436 ayat (2) juncto Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pelaku terancam hukuman pidana berat karena secara ilegal mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin dan tidak memenuhi standar keamanan serta mutu.
Polres Majalengka menegaskan akan terus memburu jaringan peredaran obat keras hingga ke akar-akarnya sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat. ** (Agit).
















