- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
- KKN Unma Bongkar Jalan Baru UMKM Mekarjaya Merebut Pasar Digital
- Penjelasan Pertamina Patra Niaga terkait Isu Beli BBM Subsidi Wajib Pakai STNK
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- DKP3 Majalengka Uji Solar Dryer Dome, Petani Tembakau Tak Lagi Takut Hujan
- H. Iing Bongkar Masalah Proyek Majalengka: Belum PHO Sudah Rusak
- Kepala Desa Akhsan Disorot, Tiga Ekskavator Gali Tanah Cibogo
- Ini Wajah Terduga Pelaku Pengeroyokan hingga Menewaskan Pedagang Cermin di Pejompongan Seusai Aksi Demo 27 Agustus
- Proyek Revit SDN Nanggewer Rp 572 Juta Disorot, P2SP Tak Terlihat di Lokasi
KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan

Keterangan Gambar : Universitas Majalengka (Unma) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Majalengka (Unma) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, resmi berakhir. Namun, berakhirnya masa KKN bukan berarti seluruh program pemberdayaan masyarakat ikut terhenti.
Selama kurang lebih satu bulan, sejak 13 Juli hingga 14 Agustus 2026, para mahasiswa hadir di tengah masyarakat dengan membawa sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Mulai dari pemberdayaan UMKM, pengelolaan sampah, hingga penguatan ketahanan pangan.
Pelepasan mahasiswa dilakukan Pemerintah Desa Mekarjaya pada 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wulan Riyadi, S.E., M.Ak., yang selama pelaksanaan KKN memberikan pendampingan, arahan, serta motivasi kepada para mahasiswa.
Baca Lainnya :
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
- KKN Unma Bongkar Jalan Baru UMKM Mekarjaya Merebut Pasar Digital
- DKP3 Majalengka Uji Solar Dryer Dome, Petani Tembakau Tak Lagi Takut Hujan
- H. Iing Bongkar Masalah Proyek Majalengka: Belum PHO Sudah Rusak
- Kepala Desa Akhsan Disorot, Tiga Ekskavator Gali Tanah Cibogo
Momentum pelepasan menjadi ajang evaluasi sekaligus penyampaian hasil program kerja. Mahasiswa juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini ikut mendukung berbagai kegiatan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pendampingan UMKM naik kelas. Mahasiswa tidak sekadar mendorong warga untuk menjalankan usaha, tetapi juga mengenalkan pentingnya branding, kemasan, identitas usaha, pemasaran digital hingga pemanfaatan platform e-commerce.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital. Pelaku UMKM Desa Mekarjaya didorong agar tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mulai membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui teknologi.
Program KKN juga menyentuh persoalan lingkungan. Mahasiswa bersama masyarakat mengedukasi pentingnya pengelolaan dan pembuangan sampah secara tepat sekaligus mendorong tersedianya sarana pembuangan sampah.
Persoalan sampah yang kerap dianggap sederhana justru menjadi salah satu tantangan penting bagi lingkungan permukiman. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci agar upaya menjaga kebersihan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan desa.
Tak hanya ekonomi dan lingkungan, mahasiswa juga menjalankan program ketahanan pangan. Warga diajak memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia agar dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Berbagai kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lainnya turut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian. Seluruh program dirancang dengan mempertimbangkan potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Mekarjaya.
Bagi mahasiswa, KKN bukan sekadar menjalankan tugas akademik. Mereka dituntut berhadapan langsung dengan realitas masyarakat, mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi, membangun komunikasi dan bekerja bersama pemerintah desa serta warga.
Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kepemimpinan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kerja sama sekaligus kepedulian sosial.
Kepala Desa Mekarjaya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Universitas Majalengka selama berada di wilayahnya. Pemerintah desa berharap berbagai program yang telah dijalankan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Justru, berakhirnya KKN diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk melanjutkan program secara mandiri dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan desa.
"Program yang sudah dilaksanakan jangan berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa. Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," demikian pesan yang disampaikan dalam momentum pelepasan.
Selama sebulan, Desa Mekarjaya menjadi ruang pengabdian sekaligus laboratorium sosial bagi mahasiswa Universitas Majalengka. Mereka datang membawa program, berinteraksi dengan warga, lalu pulang meninggalkan pengetahuan, pengalaman, serta sejumlah gagasan pemberdayaan.
Kini tantangannya berada di tangan masyarakat dan pemerintah desa: apakah jejak pengabdian tersebut hanya menjadi cerita setelah KKN berakhir, atau benar-benar menjadi gerakan yang terus hidup dan memberikan perubahan bagi Desa Mekarjaya. ** (Agit)















