- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
KKN Unma Bongkar Jalan Baru UMKM Mekarjaya Merebut Pasar Digital

Keterangan Gambar : Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Majalengka turun langsung ke Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati.
Penulis : Wulan Riyadi, S.E.,M.Ak.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Produk UMKM Desa Mekarjaya kini didorong keluar dari pola pemasaran konvensional. Di tengah pertarungan bisnis yang semakin sengit, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Majalengka membuka jalan bagi pelaku usaha lokal untuk mulai membidik pasar digital.
Langkah itu diwujudkan melalui Pelatihan Pemberdayaan UMKM melalui Branding dan Pembuatan Akun E-Commerce di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
Bukan sekadar pelatihan biasa. Para pelaku UMKM dibekali pengetahuan sekaligus praktik agar mampu membangun identitas produk, memperkuat daya tarik merek dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran serta penjualan.
Pesannya sederhana tetapi keras bahwa produk bagus jangan sampai hanya dikenal di lingkungan sendiri.
Perubahan erilaku konsumen dan semakin luasnya persaingan membuat pelaku UMKM harus mulai beradaptasi. Kemampuan menghasilkan produk berkualitas harus berjalan beriringan dengan kemampuan memperkenalkan dan memasarkannya secara efektif.
Di titik inilah KKN Universitas Majalengka memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Desa Mekarjaya agar memiliki strategi pengembangan usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia digital.
Pelatihan menghadirkan Wulan Riyadi, S.E.,M.Ak., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus narasumber bidang ekonomi.
Materi yang diberikan tidak berhenti pada teori. Peserta diarahkan memahami bagaimana membangun usaha secara lebih terencana, mulai dari identitas produk, branding, strategi pemasaran hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pasar.
Pengelolaan usaha yang baik juga menjadi bagian penting agar pengembangan UMKM tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi dapat menopang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Branding menjadi senjata pertama.
Peserta diberikan pemahaman bahwa branding bukan hanya urusan nama dan logo. Produk harus mempunyai karakter yang membuatnya berbeda dan mudah dikenali.
Nama merek, logo, desain kemasan, warna, slogan hingga cara mengkomunikasikan keunggulan produk kepada konsumen dibahas dalam pelatihan.
Harapannya, produk UMKM Desa Mekarjaya dapat tampil lebih menarik, profesional dan mampu membangun kepercayaan konsumen.
Tetapi merek yang kuat tanpa pasar yang luas juga belum cukup.
Karena itu, peserta kemudian diarahkan memasuki dunia e-commerce.
Mahasiswa KKN bersama narasumber menjelaskan bagaimana toko online dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan pemasaran. Produk yang sebelumnya hanya berputar di sekitar wilayah setempat dapat diperkenalkan kepada konsumen dari wilayah yang lebih luas.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai foto produk, judul produk, deskripsi, harga hingga informasi kontak dan layanan yang mudah diakses calon konsumen.
Yang paling penting, peserta tidak hanya duduk mendengarkan.
Mereka langsung praktik.
Dengan didampingi mahasiswa KKN, pelaku UMKM diarahkan membuat akun e-commerce, mengatur profil toko, memasukkan informasi usaha hingga mengunggah produk.
Ketika muncul kendala teknis, mahasiswa KKN memberikan bantuan secara langsung. Pola ini membuat peserta memperoleh pengalaman nyata dalam membuat dan mengelola toko online.
Praktik berlanjut pada penyusunan katalog produk.
Nama produk, foto, harga, variasi, ukuran atau berat serta deskripsi produk dimasukkan ke dalam katalog digital. Peserta juga belajar menyajikan informasi secara sederhana namun menarik agar calon konsumen dapat memahami produk sebelum melakukan pembelian.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui materi, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan praktik langsung.
Persoalan yang selama ini menjadi kendala pelaku UMKM, khususnya pemasaran, pengenalan produk, penggunaan teknologi digital dan perluasan pasar, turut dibahas.
Wulan Riyadi memberikan arahan dan motivasi agar pelaku UMKM tidak ragu menjadikan teknologi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Mahasiswa KKN juga terus mendampingi peserta selama proses praktik.
Dari kegiatan tersebut lahir sejumlah hasil yang dapat dimanfaatkan langsung.
Pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM mengenai branding dan pemasaran digital meningkat. Peserta juga memiliki konsep identitas produk, akun e-commerce serta katalog produk secara digital.
Kemampuan dasar mengunggah produk, membuat deskripsi, mencantumkan harga dan mengelola informasi toko menjadi bekal baru bagi pelaku usaha untuk melanjutkan pemasaran secara mandiri.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar memiliki produk.
Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut mampu terlihat, dikenali dan ditemukan konsumen.
Pelatihan KKN Universitas Majalengka di Desa Mekarjaya menjadi salah satu upaya mendorong UMKM agar tidak tertinggal dalam perubahan pola pemasaran.
Dengan branding yang lebih kuat, katalog digital dan akun e-commerce, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan konsumen, meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dari Mekarjaya, pesan transformasinya jelas: jangan hanya membuat produk—bangun mereknya, buka pasarnya, dan berani masuk ke dunia digital.
















