- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin : Infrastruktur Asal Asalan Jauh dari Langkung Sae

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin bersama anggotanya saat tinjau lapangan. Jumat, (10/10/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka dengan tegas menyatakan infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian bergantung pada infrastruktur yang prima. Diperlukan kualitas material pekerjaan proyek saluran irigasi yang baik dan tidak boleh asal asalan, wujudkan "Langkung Sae".
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin berpendapat bahwa hal yang mendasar perkuat ekonomi ketahanan pangan Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima.
"Dengan reputasinya sebagai lumbung pangan di Jawa Barat, sangat bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima," katanya dalam status singkat whatsapp. Jumat, (10/10/2025)
Baca Lainnya :
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Rapat Paripurna Bupati Majalengka Eman Suherman Soroti Kualitas Proyek, DPRD Bereaksi
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
Menurutnya, namun di tengah masifnya program modernisasi yang dicanangkan pemerintah pusat pada realitas di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan proyek saluran irigasi masih jauh dari kata langkung sae.
"Salah satu masalah paling mendasar adalah penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau sering disebut "asal-asalan". Banyak saluran irigasi yang baru dibangun mengalami kerusakan dini,"ungkapnya.
Ia menilai, ini terjadi karena campuran semen dan material lain yang tidak proporsional, atau lapisan beton (lining) yang terlalu tipis dan retak saat dialiri air.
"Jika kualitas material dikompromikan sejak awal, hasil pekerjaan tidak akan pernah mencapai standar "Langkung Sae," melainkan hanya sekadar "ada". tutupnya. ** (Agit)

















