- Kadis Kominfosandi, Pers Jadi Mitra Pembangunan dan Penjaga Demokrasi
- Hearing Jembatan Lahei, Nurul Anwar Tekankan Aspek Pemerataan
- Hearing Jembatan Lahei, Dewan Taupik Minta Tidak Ada Asis
- DPRD Barito Utara Gelar Hearing Proyek Multiyear Jembatan Lahei
- Jelang Idul Adha 1447 H, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Imbau Warga Cermat Memilih Hewan Kurban
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Wamendag Roro Dorong Ekspor Produk Mamin RI di SIAL Shanghai 2026
- Kemenkop Siap Koreksi Pelaksanaan KDKMP, Dorong Peran Aktif Masyarakat
- Raker DPR,Menteri Maman Paparkan Kinerja Semester I 2026, Penyaluran KUR Tembus Rp105,8 Triliun
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin : Infrastruktur Asal Asalan Jauh dari Langkung Sae

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin bersama anggotanya saat tinjau lapangan. Jumat, (10/10/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka dengan tegas menyatakan infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian bergantung pada infrastruktur yang prima. Diperlukan kualitas material pekerjaan proyek saluran irigasi yang baik dan tidak boleh asal asalan, wujudkan "Langkung Sae".
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin berpendapat bahwa hal yang mendasar perkuat ekonomi ketahanan pangan Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima.
"Dengan reputasinya sebagai lumbung pangan di Jawa Barat, sangat bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima," katanya dalam status singkat whatsapp. Jumat, (10/10/2025)
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
Menurutnya, namun di tengah masifnya program modernisasi yang dicanangkan pemerintah pusat pada realitas di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan proyek saluran irigasi masih jauh dari kata langkung sae.
"Salah satu masalah paling mendasar adalah penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau sering disebut "asal-asalan". Banyak saluran irigasi yang baru dibangun mengalami kerusakan dini,"ungkapnya.
Ia menilai, ini terjadi karena campuran semen dan material lain yang tidak proporsional, atau lapisan beton (lining) yang terlalu tipis dan retak saat dialiri air.
"Jika kualitas material dikompromikan sejak awal, hasil pekerjaan tidak akan pernah mencapai standar "Langkung Sae," melainkan hanya sekadar "ada". tutupnya. ** (Agit)

















