Kejagung Periksa Dua Pejabat BNI terkait Korupsi Pemberian Kredit ke PT Sritex

By Achmad Sholeh(Alek) 22 Agu 2025, 14:57:34 WIB Nasional
Kejagung Periksa Dua Pejabat BNI terkait Korupsi Pemberian Kredit ke PT Sritex

Keterangan Gambar : poto.istimewa


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami pemberian kredit sindikasi kepada PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Dua pejabat dari Bank BNI.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, kedua orang dari Bank BNI tersebut di antaranya, DP selaku Relationship Manager BNI periode 2016-2017.

Kemudian DS selaku Pemimpin Divisi LC 2 BNI. Dia juga pemutus permohonan kredit sindikasi PT Rayon Utama Makmur pada tahun 2012.

Baca Lainnya :

“Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung memeriksa total 8 orang,” kata Anang, seperti dilansir Fajar Network Jum'at (22/8).

Adapun 6 orang lagi yakni TAS selaku Analis Kredit Korporasi Surakarta pada Bank Jateng, dan HW selaku Partner Corporate Finance di Ernest & Young.

Selanjutnya, GP selaku SEVP Kredit Bank Risk pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), TS selaku Direktur Operasional tahun 2019-2025, dan RM selaku Komite Pemutus, dan SLT selaku Direktur PT Lotus.

Kejagung memerika 8 orang di atas sebagai saksi untuk tersangka Iwan Setiawan Lukminto (ISL) dan para tersangka lainnya.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Anang.(AS)




  • Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri

    🕔20:40:49, 12 Okt 2026
  • Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta

    🕔17:30:21, 07 Okt 2026
  • Taklimat Presiden Prabowo kepada 800 Pati TNI-Polri: Perkuat Soliditas Hadapi Tantangan

    🕔16:40:56, 07 Okt 2026
  • Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat

    🕔19:10:30, 05 Okt 2026
  • Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri

    🕔07:59:30, 02 Okt 2026