- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif

Keterangan Gambar : The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Tsinghua Southeast Asia Center di Bali, Sabtu (18/4/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya dalam mentransformasi ekosistem kewirausahaan nasional melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, melainkan harus berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekosistemnya.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI. Kita harus menjadi pemain aktif dalam membentuk ekosistem di mana AI memperkuat usaha, memberdayakan pengusaha UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan merata,” ujar Riza dalam acara The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Tsinghua Southeast Asia Center di Bali, Sabtu (18/4/2026).
Baca Lainnya :
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan AI nasional yang mengusung prinsip AI for Many. Prinsip ini menegaskan bahwa teknologi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha UMKM di wilayah rural dan underserved.
Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa Menteri Komunikasi dan Digital, Meutia Hafidz, menekankan dua akselerator utama dalam implementasi AI, yaitu Velocity of Money dan Velocity of Data.
Velocity of Money mengacu pada percepatan digitalisasi pembayaran yang mampu meningkatkan likuiditas usaha, sementara Velocity of Data menitikberatkan pada pemanfaatan AI untuk analisis data secara real-time guna mendukung pengambilan keputusan strategis serta memperluas akses pembiayaan.
Sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional, Kementerian UMKM telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk menjembatani kesenjangan teknologi. Salah satunya melalui SAPA UMKM, platform layanan terpadu yang menghubungkan pengusaha UMKM dengan akses pembiayaan, pendampingan, serta peluang pasar global.
Selain itu, melalui program Entrepreneur Hub, Kementerian UMKM menghadirkan wadah kolaborasi untuk memperkuat kapasitas inovasi melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi dalam praktik bisnis sehari-hari. Sementara itu, program Transformasi Finansial mendorong adopsi AI dalam analisis kredit guna memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penguatan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Riza menegaskan pembangunan ekosistem digital yang tangguh membutuhkan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Komdigi terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan mendukung pengembangan usaha sesuai dengan roadmap pemerintah.
Di tingkat regional, Indonesia juga menunjukkan peran aktif melalui partisipasi dalam Program ASEAN MOVE. Bekerja sama dengan Tsinghua Southeast Asia Center, program ini mendukung kesiapan digital serta praktik berkelanjutan bagi 100 pengusaha UMKM dan startup di kawasan Asia Tenggara.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi, Kementerian UMKM optimistis bahwa adopsi teknologi inovatif, termasuk AI, akan membawa transformasi signifikan dalam ekosistem kewirausahaan nasional. Upaya ini diharapkan turut mendukung terwujudnya visi kedaulatan pangan serta hilirisasi industri berbasis teknologi tinggi pada periode 2026–2029.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















