- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Keterangan Gambar : Petani di Kecamatan Kertajati
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah pertanian pada musim kemarau 2026. Menyusutnya pasokan air irigasi dikhawatirkan memicu puso (gagal panen) jika tidak segera ditangani.
Gatot mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mengalami penurunan debit air irigasi. Dari total luas tanaman padi mencapai 39.550,94 hektare, Kecamatan Kertajati menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dengan luas tanaman padi sekitar 5.258 hektare pada umur tanaman 45–75 Hari Setelah Tanam (HST).
"Kondisi pasokan air irigasi yang menyusut menuntut langkah cepat dan efisien. Wilayah Kertajati menjadi perhatian utama kami dalam pemantauan dan pendampingan penanganan dampak kekeringan musim ini. Kami terus berupaya agar petani dapat mempertahankan produktivitas tanamnya," ujar Gatot.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
Selain melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian, DKP3 juga mendorong petani memanfaatkan teknologi yang lebih hemat biaya untuk pengairan sawah. Salah satunya adalah penggunaan mesin pompa air yang telah dimodifikasi dari bahan bakar Pertalite menjadi Gas LPG 3 kilogram.
Menurut petani di Kecamatan Kertajati, Engkus Kusnadi, inovasi tersebut mampu memangkas biaya operasional pompa air dari sekitar Rp 264 ribu menjadi Rp 33 ribu per hari, atau menghemat sekitar 87,5 persen. Penghematan ini memungkinkan petani tetap mengoperasikan pompa hampir 24 jam untuk menjaga tanaman padi tetap memperoleh pasokan air.
DKP3 juga mengimbau para petani agar mengatur penggunaan air secara bergiliran, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal, serta terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian guna mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.
Melalui pemantauan lapangan dan pendampingan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap produksi padi tetap terjaga dan ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan pada musim tanam 2026. ** (Agit)










.jpg)





