- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
- Wakil Ketua I DPRD H. Benny Siswanto Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Silaturahmi
- Jalin Silaturahmi Antara Legislatif dan Pemerintah, Politisi PKB Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT Ke-81 RI
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Keterangan Gambar : Petani di Kecamatan Kertajati
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah pertanian pada musim kemarau 2026. Menyusutnya pasokan air irigasi dikhawatirkan memicu puso (gagal panen) jika tidak segera ditangani.
Gatot mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mengalami penurunan debit air irigasi. Dari total luas tanaman padi mencapai 39.550,94 hektare, Kecamatan Kertajati menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dengan luas tanaman padi sekitar 5.258 hektare pada umur tanaman 45–75 Hari Setelah Tanam (HST).
"Kondisi pasokan air irigasi yang menyusut menuntut langkah cepat dan efisien. Wilayah Kertajati menjadi perhatian utama kami dalam pemantauan dan pendampingan penanganan dampak kekeringan musim ini. Kami terus berupaya agar petani dapat mempertahankan produktivitas tanamnya," ujar Gatot.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Selain melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian, DKP3 juga mendorong petani memanfaatkan teknologi yang lebih hemat biaya untuk pengairan sawah. Salah satunya adalah penggunaan mesin pompa air yang telah dimodifikasi dari bahan bakar Pertalite menjadi Gas LPG 3 kilogram.
Menurut petani di Kecamatan Kertajati, Engkus Kusnadi, inovasi tersebut mampu memangkas biaya operasional pompa air dari sekitar Rp 264 ribu menjadi Rp 33 ribu per hari, atau menghemat sekitar 87,5 persen. Penghematan ini memungkinkan petani tetap mengoperasikan pompa hampir 24 jam untuk menjaga tanaman padi tetap memperoleh pasokan air.
DKP3 juga mengimbau para petani agar mengatur penggunaan air secara bergiliran, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal, serta terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian guna mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.
Melalui pemantauan lapangan dan pendampingan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap produksi padi tetap terjaga dan ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan pada musim tanam 2026. ** (Agit)





.jpg)











