- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Jambore Nasional GiGa Indonesia 2025: Wujudkan Kampung Ramah Keluarga untuk Lansia Bermartabat dan Berintegritas
.jpg)
Keterangan Gambar : Jambore Nasional GiGa Indonesia 2025 resmi dibuka pada Jumat, 27 Juni 2025 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat.
MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung – Jambore Nasional GiGa Indonesia 2025 resmi dibuka pada Jumat, 27 Juni 2025 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan bertema "Kampung Ramah Keluarga: Meraih Martabat dan Integritas Warga Lanjut Usia" (Family Friendly Kampong: Achieve Senior Citizens' Dignity and Integrity) ini diikuti oleh puluhan profesional, penggiat keluarga, dan relawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan resmi berlangsung di Aula Rucita BBGTK pada pukul 13.30 WIB, diawali dengan laporan kegiatan oleh Dr. Viena Rusmiati H., S.Pd., dan sambutan dari Ketua Tim Kerja Kemitraan BBGTK Jawa Barat, Aline Puspasasri, S.E., M.Ed. Acara juga dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum GiGa Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., yang menyampaikan urgensi pendekatan holistik Kampung Ramah Keluarga (KRK) untuk menjawab tantangan keluarga lintas generasi, termasuk kelompok lanjut usia.
“KRK adalah model solusi holistik untuk menjawab berbagai isu keluarga—baik kesehatan mental, ekonomi, hingga perubahan nilai sosial—yang berdampak langsung pada kondisi lansia di Indonesia,” jelas Prof. Euis dalam sesi materi utama bertajuk Urgensi KRK untuk Sistem Dukungan Lansia Bermartabat, Sehat, Bahagia, Berintegritas, yang dimoderatori oleh Rahmi Damayanti.
Baca Lainnya :
Prof. Euis juga menyoroti data demografi dan perubahan sosial seperti tren “childfree” dan “married is scary” yang mempengaruhi struktur penduduk Indonesia menuju status aging nation. Ia menekankan pentingnya relawan kelansiaan dan KRK sebagai model dukungan sosial yang mengangkat peran lansia sebagai senior citizens yang tetap aktif, produktif, dan dihargai.
.jpg)
Hari pertama Jambore ini ditandai dengan diskusi interaktif, pertukaran gagasan aplikatif, serta refleksi nilai-nilai kekeluargaan lintas usia. Suasana hangat, antusias, dan kolaboratif menjadi cerminan kuat dari komitmen kolektif untuk mewujudkan kampung yang benar-benar ramah bagi lansia.
Jambore Nasional GiGa Indonesia 2025 berlangsung selama 3 hari dengan berbagai sesi pematerian pelatihan, diskusi, dan praktik pemetaan lansia, serta perumusan langkah dalam memperkuat implementasi KRK di tingkat komunitas.(Alek).

















