- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Gara - Gara Rem Blong Pengendara Sepeda Ontel Warga Centong Sawentar Tewas Diduga Kecelakaan Tunggal di Doko

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar– Nasib naas dialami oleh seorang laki-laki remaja berusia belasan tahun warga Desa Centong, Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pengendara sepeda ontel yang diketahui bernama Slamet Riyadi hewan mengenaskan setelah sepeda yang dikendarai mengalami rem blong di pertigaan Dusun Banjarjo, Desa Slorok, Kecamatan Doko, pada Senin (26/08) sekitar pukul 06.30 pagi.
Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Erianto menyampaikan informasi dari petugas Polsek Doko yang menerima laporan dari perangkat desa setempat sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Berdasarkan informasi dari saksi di tempat kejadian, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di pinggir jalan di bawah pohon jati,“ kata Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Erianto.
Baca Lainnya :
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gelaran Bersih Desa Rejowinangun Implentasikan Kerukunan Dalam Kebhinekaan Hakiki
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
Saksi-saksi yang berada di tempat kejadian adalah Rudi (48), Kepala Dusun Banjarjo, Komari (47), Kepala Urusan Pemerintahan Desa Slorok, serta Sugeng (45), seorang warga setempat. Mereka menyebutkan bahwa korban ditemukan bersama sepeda pancal miliknya, dengan luka parah di kepala, hidung yang mengeluarkan darah, serta luka lecet di tangan dan kaki.
Diduga, kecelakaan terjadi karena rem sepeda korban mengalami kerusakan atau blong saat korban melintasi jalan menurun dari arah barat ke timur.
“Akibatnya, sepeda tidak dapat dikendalikan dan menabrak pohon jati di tepi jalan. Meski sempat dilarikan ke RSU Ngudi Waluyo, Wlingi, nyawa korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,“ jelasnya.
Diakhir dia berpesan, peristiwa kecelakaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan kendaraan, termasuk sepeda pancal, dalam kondisi baik sebelum digunakan, terutama di jalur-jalur berbahaya seperti jalan menurun.
"Pihak berwajib akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," tutupnya.. ** (za/mp/hms)
















