- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Gara - Gara Rem Blong Pengendara Sepeda Ontel Warga Centong Sawentar Tewas Diduga Kecelakaan Tunggal di Doko

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar– Nasib naas dialami oleh seorang laki-laki remaja berusia belasan tahun warga Desa Centong, Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pengendara sepeda ontel yang diketahui bernama Slamet Riyadi hewan mengenaskan setelah sepeda yang dikendarai mengalami rem blong di pertigaan Dusun Banjarjo, Desa Slorok, Kecamatan Doko, pada Senin (26/08) sekitar pukul 06.30 pagi.
Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Erianto menyampaikan informasi dari petugas Polsek Doko yang menerima laporan dari perangkat desa setempat sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Berdasarkan informasi dari saksi di tempat kejadian, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di pinggir jalan di bawah pohon jati,“ kata Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Erianto.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Saksi-saksi yang berada di tempat kejadian adalah Rudi (48), Kepala Dusun Banjarjo, Komari (47), Kepala Urusan Pemerintahan Desa Slorok, serta Sugeng (45), seorang warga setempat. Mereka menyebutkan bahwa korban ditemukan bersama sepeda pancal miliknya, dengan luka parah di kepala, hidung yang mengeluarkan darah, serta luka lecet di tangan dan kaki.
Diduga, kecelakaan terjadi karena rem sepeda korban mengalami kerusakan atau blong saat korban melintasi jalan menurun dari arah barat ke timur.
“Akibatnya, sepeda tidak dapat dikendalikan dan menabrak pohon jati di tepi jalan. Meski sempat dilarikan ke RSU Ngudi Waluyo, Wlingi, nyawa korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,“ jelasnya.
Diakhir dia berpesan, peristiwa kecelakaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan kendaraan, termasuk sepeda pancal, dalam kondisi baik sebelum digunakan, terutama di jalur-jalur berbahaya seperti jalan menurun.
"Pihak berwajib akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," tutupnya.. ** (za/mp/hms)















