- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Program ambisius pemerintah untuk mempercepat konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik mulai menuai sorotan tajam dari parlemen.
Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ateng Sutisna, mengingatkan agar agenda besar tersebut tidak sekadar menjadi target ambisius tanpa kesiapan konkret di lapangan.
Menurut Ateng, percepatan kendaraan listrik memang merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Namun ia menegaskan, pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, industri dalam negeri, hingga perhitungan ekonomi sebelum menjalankan program konversi secara besar-besaran.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
"Kami mendukung percepatan kendaraan listrik, tapi harus disertai kesiapan infrastruktur dan perhitungan ekonomi yang realistis," tegas Ateng.
Ia juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik serta memastikan adanya transfer teknologi, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi industri kendaraan listrik global.
Program percepatan kendaraan listrik sendiri merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional yang diperkuat dengan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi Nasional di bawah koordinasi Menteri ESDM atas mandat Presiden Prabowo Subianto.
Namun di balik ambisi besar tersebut, sejumlah persoalan dinilai masih menjadi batu sandungan. Salah satunya adalah biaya konversi motor bensin menjadi motor listrik yang saat ini masih berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 16 juta per unit.
Tak hanya soal biaya, Ateng juga menyoroti proses uji tipe dan sertifikasi kendaraan konversi yang masih dinilai berbelit dan menjadi hambatan administratif bagi bengkel konversi di berbagai daerah.
Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, ia khawatir target konversi jutaan motor listrik hanya akan menjadi agenda besar di atas kertas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ateng Sutisna sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (15/03/2026).
"Program sebesar ini harus benar-benar dipersiapkan matang. Jangan sampai ambisinya besar, tapi pelaksanaannya justru membebani masyarakat," ujarnya. ** (Agit)




.jpg)












