- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Polda Aceh dan Ditjen Bea dan Cukai Ungkap Peredaran Narkotika di Aceh Utara

Keterangan Gambar : Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai dalam acara konpers pengungkapan kasus narkotika di Bareskrim Polri, Jakarta.
Megapolitanpos.com, Jakarta- pada pertengahan Pebruari 2023 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapat informasi adanya Peredaran Gelap narkotika jenis Shabu melalui jalur laut dari Malaysia ke Aceh.
Kemudian Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Aceh dan Ditjen Bea dan Cukai menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dan patroli dilokasi yang dicurigai.
Kemudian pada Rabu 15 Pebruari 2023 Tim melakukan penangkapan terhadap Boat nelayan Oskadon disekitar perairan Kuala Teupin Bangka Jaya, Dewantara, Aceh Utara.
Baca Lainnya :
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
" Setelah dilakukan penggeledeahan terhadap 3 orang laki-laki atas nama ZA, M, RS dan Boat ditemukan 4 buah karung dan 1 kotak fiber ikan yang berisi Narkotika jenis Shabu sebanyak 200 bungkus dengan berat 200 kg,"ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Dari hasil interogasi terhadap para tersangka, mereka dikendalikan oleh R yang merupakan DPO. Modus operandi dari para tersangka menjemput narkotika dari Malaysia melalui perairan Aceh dengan teknik STS dengan memanfaatkan jasa kurir nelayan lokal Aceh.
Pasal yang disangkakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, pidana seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar.
"Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan penyidikan, sebanyak 880 ribu jiwa dengan asumsi 1 gram Shabu untuk 4 orang per hari, kurang lebih 880.705 jiwa terselamatkan," pungkasnya.(ASl/Red/MP).








.jpg)








