- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Diklat Jurnalistik: Kupas Pers dalam Literasi Cyber Society

Keterangan Gambar : Pelatihan (Diklat) Jurnalistik NasionalNews.id
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyumas - Pers sebagai penyambung lidah dalam mempertegas literasi Cyber Society. Pentingnya hal itu menjadi salah satu materi dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik NasionalNews.id yang mengangkat tema, "Tingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Wartawan", yang digelar di Bukit Tengtung Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (2/12/2023).
Cyber Society merupakan kondisi masyarakat yang tercipta sebagai konsekuensi akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet.
Pemerhati Media Sosial, Ehadiwijoyo menyatakan, penemuan internet telah menghasilkan ruang dan media baru dengan karakteristik masyarakat yang berbeda, dan juga munculnya budaya-budaya baru.
Baca Lainnya :
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
"Cyberspace atau ruang maya telah melahirkan tipe masyarakat baru yang begitu interaktif dalam berkomunikasi," terangnya.
Menurutnya, tak hanya sekadar menjadi konsumen dari berbagai macam informasi dan media baru yang lebih dikenal dengan istilah konten, namun khalayak umum dapat pula berperan sebagai produsen sekaligus distributor informasi dan konten media baru.
"Secara kategoris kehidupan masyarakat modern sekarang dapat dibedakan dalam tiga macam masyarakat, yaitu masyarakat realitas, masyarakat simbolik dan masyarakat siber atau cyber society," kata Ehadiwijoyo yang familiar disapa Erwin.
Tujuan diangkatnya tema ini dalam Rapat Kerja (Raker) 2023 dan Diklat Jurnalistik NasionalNews.id di Banyumas, lanjut Erwin, agar insan pers bisa lebih mengambil peran menjadi penyambung lidah dalam memberikan arahan kepada khalayak luas, dalam literasi menjadi rakyat masyarakat maya atau The Cyber Society People, dan menjadikan dunia Cyber sebagai salah satu lahan mencari ilmu, nafkah dan bersosialisasi.
"Fenomena masyarakat realitas, merujuk pada masyarakat yang menciptakan dan mengolah makna, yang terbentuk oleh interaksi sosial di dunia nyata. Masyarakat simbolik adalah masyarakat yang dibentuk oleh konstruksi media atas realitas yang terjadi di dalam masyarakat. Sedangkan masyarakat siber atau cyber society berada dalam struktur model komunikasi yang kompleks," tuturnya.
Secara mendasar, jelas Erwin, setiap orang dipaksa untuk melek atau harus tahu media digital yang berbasis pada teknologi digital, sebagai syarat untuk bisa menjadi konsumen informasi maupun produsen informasi. Di dalam masyarakat siber terjadi implotion realitas atau membooming, di mana realitas nyata dan realitas simbolik bercampur dengan realitas palsu akhirnya menimbulkan ledakan ke dalam dan mengaburkan realitas di dalamnya.
"Kebenaran menjadi semakin sulit untuk ditemukan dalam kehidupan masyarakat siber, karena tumbuh suburnya realitas palsu tersebut," pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)







.jpg)



.jpg)




