- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Diduga, Ini Penyebab Kelangkaan Gas Melon di Tangerang Raya

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Tepat tanggal 1 Pebruari di hebohkan dengan kelangkaan gas subsidi 3 Kg, Masyarakat se-Tangerang Raya berbondong - bondong mendatangi pangkalan dan agen di wilayah masing - masing untuk mengantri melakukan pembelian gas 3 Kg. Pasalnya pengecer atau warung kecil tidak lagi bisa menjual gas subsidi 3 Kg atau biasa yang di sebut si melon.
Puji R salah satu pemilik pangkalan di bilangan Kota Tangerang Selatan, Sabtu (01/02/2025) membenarkan bahwa di mulai awal Pebruari 2025 ini di lini pengecer tidak lagi di perkenankan melakukan penjualan gas subsidi 3 Kg berdasarkan keputusan Pemerintah melalui Kementrian.
"Selain tidak di perbolehkannya pengecer, Pertamina juga mengurangi DO untuk agen-agen gas melon, bukan saja untuk Tangerang Raya tapi seluruh Indonesia DO nya di kurangin," katanya.
Baca Lainnya :
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
Puji menerangkan, pengurangan DO sendiri sekitar 5 persen dari DO yang sudah tetap. "Misalnya tadinya 210 tabung per hari di kurangi jadi 190 tabung bahkan sampai 180 tabung per hari," ujarnya.
"Belum lagi adanya agen baru yang timbul di wilayah yang sama, yang pastinya tidak mencari konsumen yang baru lagi yang mengakibatkan DO nya berkurang buat agen lama, semestinya Pertamina lebih selektif lagi dalam menghidupkan agen-agen baru untuk gas melon," katanya.
Sementara, Ramil warga masyarakat Desa Pasar Kemis mengaku kerepotan dengan kelangkaan gas subsidi tersebut harus membeli jauh di pangkalan bahkan mengantri panjang.
"Saya sih ga keberatan memberikan untung buat pengecer 2000 rupiah, karena rumah saya jauh dari pangkalan atau agen, terus terang waktu tersita dan kembali ke jalan jahiliah," katanya.
Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (Barata) Ali Farham angkat bicara, pemerintah jangan julit ke rakyat punya untung 2000 aja ko di repotin, pengecer bagian dari pelayanan pendistribusian barang tersebut.
"Jika ingin di luruskan dengan serius para pengecer di berikan pengarahan dan di buatkan NIB nya melalui yang terkait, agar terdata dengan baik," katanya. ** (Red)


.jpg)













