- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Serius Tangani Sampah, Gubernur Banten Tekankan Pengurangan Sampah Organik dari Sumber
Sampah Organik dari Sumber

Keterangan Gambar : Penanganan sampah
Megapolitanpos.com, Kota Tangsel – Upaya mengurangi sampah organik dari sumber terus digencarkan Gubernur Banten Andra Soni melalui langkah konkret di tingkat paling dasar. Salah satunya dengan mendistribusikan Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas ke sejumlah TPS3R Tangsel dan bank sampah di Kota Tangerang Selatan.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program pendistribusian Toren POC tersebut menyasar fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk TPS3R di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara. Melalui fasilitas ini, sampah organik rumah tangga dapat diolah langsung di lingkungan warga sehingga volume residu yang dibuang ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Baca Lainnya :
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Banten kepada wilayahnya. Menurutnya, kehadiran fasilitas pengolah sampah organik ini menjadi penguat peran TPS3R sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
“Alhamdulillah, kami menerima toren pengolah sampah organik dari Pak Gubernur. Mudah-mudahan ini menjadi fasilitas pendukung TPS3R di wilayah kami dalam mengurangi sampah organik,” ujar Dwi Santoso, Kamis (29/1/2026).
Seiring dengan penyaluran fasilitas, pendampingan dan edukasi masyarakat menjadi faktor kunci agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan. Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menegaskan bahwa alat tanpa pendampingan hanya akan menjadi simbol, bukan solusi jangka panjang.
Ia menilai, keseriusan Gubernur Andra Soni terlihat dari pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah.
“Bantuan toren Pengolah sampah dari Gubernur ini bentuk keseriusan untuk menangani sampah dari lingkup paling bawah. Targetnya jelas, menggeser kebiasaan warga agar bisa mengurangi residu ke TPA. Pendampingan itu maraton, bukan kegiatan sesaat,” ujar Ade.
Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya peran stakeholders terkait dalam melakukan pemantauan rutin terhadap TPS3R agar fasilitas yang diberikan benar-benar berfungsi optimal.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga, pengelolaan sampah organik dari sumber diyakini mampu menjadi solusi nyata atas darurat sampah di Tangerang Selatan," Tandasnya.
Melalui pendekatan ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap pola pengelolaan sampah tidak lagi berorientasi buang-angkut, melainkan pengolahan mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.[red]







.jpg)



.jpg)




