Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan

By Sigit 22 Jul 2026, 15:10:23 WIB Jawa Barat
Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama petani


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai menghantam sektor pertanian di Kabupaten Majalengka. Sedikitnya 72 hektare lahan persawahan di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, dipastikan mengalami gagal panen karena krisis air.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Bupati Majalengka H. Eman Suherman turun langsung meninjau wilayah terdampak pada Rabu (22/7/2026). Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Gatot Sulaeman, Kepala BPBD Agus Tamim, unsur Muspika Jatitujuh, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisangarung.

"Hari ini saya bersama teman-teman dari DKP3 dan BPBD memonitor langsung dampak kemarau panjang. Kami ingin memastikan kondisi sawah yang dikelola para petani. Memang ada wilayah yang mengalami kekeringan, tetapi ada juga yang hari ini bisa tersenyum lega," ujar Eman Suherman.

Baca Lainnya :

Hasil peninjauan menunjukkan kondisi berbeda di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Kertajati yang didominasi sawah tadah hujan, kekeringan terjadi cukup parah karena minim sumber air dan jaringan irigasi. Pemerintah daerah kini mengkaji peningkatan kapasitas embung sebagai solusi jangka panjang.

Sementara di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, sekitar 72 hektare sawah gagal panen setelah pasokan air terhenti. Upaya pengeboran sumur sempat dilakukan, namun hasil uji geolistrik menunjukkan tidak ditemukan sumber air tanah yang memadai.

Pemkab Majalengka akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi, termasuk mengevaluasi pola tanam agar petani dapat beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Di tengah ancaman kemarau, kabar baik datang dari lima desa di Kecamatan Jatitujuh, yakni Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, dan Pilangsari. Ribuan hektare sawah yang sebelumnya rawan puso kini berhasil diselamatkan setelah sodetan air dari Bendung Rentang mulai mengalir sekitar satu bulan terakhir.

"Biasanya pada musim kemarau hanya sekitar 500 hektare yang bisa panen. Setelah sodetan dari Bendung Rentang dibuka, hampir 2.000 hektare sawah kini mendapat pasokan air dan terhindar dari gagal panen," ungkapnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada BBWS Cimanuk Cisangarung yang telah merealisasikan pembangunan sodetan tersebut. Menurutnya, langkah itu menjadi penyelamat bagi ribuan petani di wilayah utara Majalengka.

Pemkab Majalengka juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk menghadapi musim kemarau, mulai dari normalisasi dan pembesaran embung, penguatan jaringan irigasi, hingga penyesuaian pola tanam yang lebih hemat air.

Perhatian pemerintah disambut positif para petani. Aep (56), petani asal Desa Panyingkiran, mengaku merasa lebih optimistis setelah Bupati turun langsung melihat kondisi sawah yang mengering.

"Kehadiran Pak Bupati bersama DKP3, BPBD, dan BBWS membuat kami merasa tidak ditinggalkan. Kami berharap solusi yang disiapkan pemerintah bisa mengatasi kekeringan sehingga petani kembali panen dengan hasil yang baik," ujarnya. ** (Agit)




  • 10 Propemperda 3 di Prakarsa DPRD Kabupaten Bandung.

    🕔08:10:56, 15 Sep 2026
  • Polres Majalengka Musnahkan 2.700 Botol Miras, Total Tembus 20 Ribu

    🕔15:19:09, 14 Sep 2026
  • Kapolres Majalengka Bongkar Modus COD Miras, Warga Diminta Melapor

    🕔16:03:47, 14 Sep 2026
  • Ketua DPRD Majalengka Dorong Perda Miras, Warga Diminta Aktif Melapor

    🕔16:24:15, 14 Sep 2026
  • Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita

    🕔16:37:55, 14 Sep 2026