- Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemkab Barito Utara dengan Pemerintah Pusat
- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin, SM, SH didampingi Wakil Komisi III, H. Rona Firmansyah,S.E
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin, SM, SH menegaskan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Landmark Majalengka tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka.
Penegasan tersebut disampaikan H. Iing didampingi Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi PAN H. Rona Firmansyah, SE, usai pembahasan internal di Pendopo Kabupaten Majalengka, Kamis (30/7/2026).
H. Iing menyebut pembangunan JPO tersebut merupakan hibah murni dari Yayasan At-Tahir yang diprakarsai pengusaha nasional Boy Thohir. Dengan demikian, pembangunan fasilitas tersebut tidak membebani APBD Majalengka.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
"Ini hibah murni dari Yayasan At-Tahir. Tidak menggunakan APBD Kabupaten Majalengka. Pemerintah daerah menjadi penerima manfaat dari kontribusi pihak swasta," tegas H. Iing.
Menurutnya, DPRD menyambut positif kontribusi tersebut karena pembangunan JPO bukan hanya menghadirkan fasilitas penyeberangan bagi masyarakat, tetapi juga dirancang menjadi landmark baru Kabupaten Majalengka dan bagian dari penataan kawasan pusat kota.
JPO tersebut direncanakan menghubungkan kawasan Alun-alun Majalengka dengan area DPRD. Keberadaannya juga akan terintegrasi dengan rencana pemerintah daerah mengembangkan kawasan kuliner di Jalan Kehutanan.
H. Iing menjelaskan, saat ini pembangunan JPO masih dalam proses pengurusan perizinan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk PBG dan Andalalin, karena lokasinya berada di jalur provinsi.
"Informasinya proses perizinan ditargetkan selesai awal Agustus. Kami berharap setelah seluruh proses selesai, pembangunan bisa segera dimulai," ujarnya.
Bukan Hanya JPO, Ada Program Sosial
Selain pembangunan JPO, H. Iing juga menyampaikan adanya rencana program sosial dari Yayasan At-Tahir berupa bantuan renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Namun, program tersebut tidak dikhususkan bagi warga di sekitar lokasi JPO. Bantuan Rutilahu tersebut merupakan program sosial yang cakupannya lebih luas dan akan diberikan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Majalengka.
Pelaksanaannya nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan dinas terkait, dengan penerima bantuan disesuaikan berdasarkan data serta kondisi masyarakat di lapangan.
Bupati Perkuat: Bukan APBD
Penegasan DPRD tersebut diperkuat Bupati Majalengka H. Eman Suherman. Bupati memastikan pembangunan JPO merupakan dukungan dari Boy Thohir dan tidak menggunakan APBD Kabupaten Majalengka.
"Ini bukan APBD. Ini bantuan dari Pak Boy Thohir," kata Eman.
Menurut Bupati, pembangunan JPO sempat terkendala proses perizinan di tingkat provinsi karena adanya perubahan desain dan filosofi bangunan. Pemkab menargetkan proses perizinan rampung pada awal Agustus sehingga pembangunan fisik dapat dimulai bulan berikutnya.
Eman mengatakan kehadiran JPO nantinya bukan hanya meningkatkan keamanan masyarakat saat menyeberang jalan, tetapi juga menjadi bagian dari penataan wajah Kota Majalengka.
Pemkab juga menyiapkan pengembangan kawasan food center, perluasan akses jalan serta penataan ruang publik untuk memperkuat kawasan pusat kota sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus daya tarik wisata.
Bagi H. Iing, pembangunan JPO melalui hibah tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam mendukung pembangunan Majalengka.
"Yang terpenting, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan pembangunan ini tidak membebani APBD," pungkasnya. ** (Agit)




.jpg)












