- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Dari daerah, suara keras menggema ke panggung nasional. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan yang dinilai masih kerap menempatkan buruh di posisi pinggiran.
Dalam pernyataannya, Iing menegaskan bahwa buruh bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama yang menjaga roda industri tetap bergerak. Namun, ia menilai, kontribusi besar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima.
"Berapa lama lagi keringat buruh dijadikan dasar pembangunan tanpa mereka benar-benar menikmati hasilnya?" ujarnya. Jumat, (1/5/2026).
Baca Lainnya :
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
- Bupati Eman : Prestasi IPM 71,37 Tercapai, Tapi ATS Jadi PR Besar
- Gagal Kabur! Pencuri Motor Diringkus Warga Usai Kepergok Dorong Scoopy
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan sosial hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kesejahteraan pekerja berpotensi menciptakan krisis jangka panjang.
"Jangan bangun kemajuan di atas penderitaan. Itu bukan pembangunan, melainkan pengorbanan sepihak," tegasnya.
Lebih lanjut, Iing mendorong adanya kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan kunci bagi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum May Day, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi bersama bukan sekadar peringatan simbolik. Ia menilai, sudah saatnya buruh ditempatkan sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan.
Dari Majalengka, pesan itu kini menguat. Tanpa keadilan bagi buruh, pertumbuhan ekonomi hanya akan menjadi angka tanpa makna. ** (Agit)

















