- Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial dan Fisik
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Rp 1,27 Miliar Revitalisasi SDN Cikaracak III, Siswa Harap Lebih Nyaman
- Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi, Kakanwil Kemenag Banten Tekankan Konsep 4K.
- Hari Santri, Kakanwil Kamenag Banten Silaturhami Ke Abuya Muhtadi.
- Hadiri Sosialisasi pembangunan Jembatan Lemo, Ketua DPRD Harapakan Dukungan Semua Pihak
- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
- Siskamling Malam Sabtu, Babinsa Dan Komduk Jaga Kamtibmas.
Bali Harmony Encounter Week 2026 Soroti AI, Martabat Manusia dan Masa Depan Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Pemimpin Global dan Tokoh Spiritual Berkumpul di Bali, Gaungkan Perdamaian di Era AI
MEGAPOLITANPOS.COM, Bali — Rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 mencapai puncaknya melalui Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 yang digelar di Sunset Mandala, Sira Village, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (5/9/2026).
Mengusung tema “Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi para pemimpin global, delegasi muda, tokoh spiritual, akademisi, pelaku teknologi, masyarakat sipil, serta komunitas lokal mengenai pentingnya menjaga perdamaian di tengah perkembangan teknologi dan fragmentasi global.
Perhelatan yang berlangsung pada 2-7 September 2026 itu diikuti delegasi dari lebih dari 70 negara. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintah, sektor teknologi, akademisi, masyarakat sipil hingga komunitas lokal.
Baca Lainnya :
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga Desa Sumur Bandung.
- Maraknya Panti Pijat Esek Esek di Pasar Kemis, Tindakan APH Belum Maksimal
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Pastikan Pengeboran Sarana Air Bersih Berfungsi dengan Baik.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perlu berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, etika, keberlanjutan, serta keharmonisan kehidupan.
Sebelumnya, sebagai bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 sekaligus pembuka menuju inisiatif AI World Congress Bali, digelar Bali Harmony Dialogue pada 3 September 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.
Dialog tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan dari tiga sektor untuk membahas kesenjangan AI global yang semakin melebar.
Dalam kuliah umum bertajuk “Intelligence: Natural and Artificial”, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, memaparkan pentingnya strategi bagi negara berkembang agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi arsitek aktif dalam pengembangan riset dan tata kelola AI global.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Consultative Dialogue on Youth. Forum ini mempertemukan para inovator muda dan perintis industri untuk mendorong sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga kepemimpinan etis dan pendekatan yang berpusat pada manusia.
Sementara itu, pada 4-6 September 2026, World Encounter Summit Bali: XI International Scholas Chairs Congress menghadirkan delegasi dari lebih dari 140 universitas di 70 negara.
Mengangkat tema “Artificial Intelligence and Human Meaning”, forum tersebut membahas posisi manusia, khususnya generasi muda, serta pentingnya kearifan lokal dalam membangun etika teknologi masa depan. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Luhut B. Pandjaitan.
Wakil Presiden United In Diversity Foundation (UID), Suyoto, menegaskan bahwa perdamaian tidak cukup dipahami sebagai tujuan akhir, tetapi harus diwujudkan sebagai hubungan yang terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedamaian bukanlah sekadar tujuan akhir yang dicapai melalui teori, melainkan sebuah hubungan yang harus kita rawat secara aktif setiap hari,” ujar Suyoto.
Menurutnya, Indonesia terus menunjukkan perkembangan dalam berbagai indikator sosial, termasuk Indeks Kemajuan Manusia dan kerukunan umat beragama.
Melalui THK Universal Reflection Forum, Yayasan UID membawa semangat Tri Hita Karana yang diyakini memiliki nilai universal dan dapat menjadi titik temu berbagai ajaran agama serta tradisi yang hidup di Indonesia.
Pesan mengenai pentingnya kepemimpinan moral juga disampaikan jajaran Kementerian Agama. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag., yang mewakili Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nazaruddin Umar, M.A., mengajak generasi muda dan masyarakat untuk memulai gerakan perdamaian dari lingkungan terdekat.
“Transformasi besar tidak lahir dari satu cahaya raksasa, melainkan dari lilin-lilin kecil yang kita bawa bersama,” kata Arskal Salim.
Ia menekankan bahwa pesan “kedamaian dalam diri, kedamaian antarsesama, kedamaian dengan seluruh kehidupan” bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Penyelenggaraan Bali Harmony Encounter Week 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra korporasi dan institusi, di antaranya Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk., serta KEK Kura Kura Bali.
Dukungan tersebut dinilai mencerminkan kesadaran bersama bahwa inovasi teknologi dan kemajuan sektor keuangan perlu berjalan seiring dengan upaya mewujudkan keadilan sosial, menjaga nilai kemanusiaan, serta melestarikan budaya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali kembali menjadi ruang perjumpaan lintas negara dan lintas sektor untuk membangun dialog mengenai masa depan teknologi. Pesan yang digaungkan pun jelas: kemajuan AI dan teknologi harus tetap menempatkan manusia, perdamaian, dan keberlanjutan sebagai bagian utama dari arah pembangunan masa depan.(AS/MP).




.jpg)










