- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
.jpg)
Keterangan Gambar : Pelantikan pejabat fungsional Kemensos pada Selasa (4/8/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para pejabat baru di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjadikan kepastian dan keakuratan data sebagai prioritas utama dalam mendorong penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.
Arahan tersebut disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah 67 pejabat fungsional Kemensos pada Selasa (4/8/2026). Sebanyak 39 pejabat mengikuti pelantikan secara langsung, sementara 28 lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.
"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan," ujar Gus Ipul saat memimpin prosesi pelantikan.
Baca Lainnya :
Ia menegaskan bahwa seluruh program Kemensos harus dimulai dari data yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, data yang valid merupakan fondasi utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Sejak awal Presiden menitipkan pada kami agar di Kementerian Sosial dimulai dengan data yang akurat, dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan, dengan data yang sesuai dengan kenyataan," kata Gus Ipul.
Dengan data yang akurat, lanjutnya, penyaluran bantuan dan subsidi sosial diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, Gus Ipul menekankan bahwa bantuan sosial tidak boleh menjadi tujuan akhir dalam penanganan kemiskinan. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu didorong melalui pendampingan dan program pemberdayaan agar mampu mandiri dan keluar dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.
"Bansos harus ditindaklanjuti dengan graduasi karena bansos itu sementara, berdaya selamanya," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan pesan kuat mengenai pencegahan korupsi di lingkungan Kemensos. Ia meminta seluruh pejabat hanya menerima sesuatu yang menjadi haknya dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.
"Kita terima mana yang hak kita dan kita hindari mana yang bukan hak kita. Ini adalah komitmen dan ini bukan basa-basi. Ini bukan lip service," ujarnya.
Ia bahkan membuka ruang bagi seluruh pegawai untuk saling mengingatkan, termasuk kepada pimpinan, apabila menemukan indikasi pelanggaran atau tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Jika melihat hal tidak beres, melihat ada hal-hal yang menyimpang, jangan diam," kata Gus Ipul.
Menutup arahannya, Mensos meminta seluruh pejabat yang baru dilantik meninggalkan praktik-praktik buruk masa lalu dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pelayanan kepada masyarakat.
"Jangan ada lagi di Kementerian Sosial ini yang terlibat korupsi. Jangan ada lagi. Sekali lagi, jangan ada lagi yang main-main. Jangan ada yang coba-coba," tegasnya.
Ia mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk memegang teguh semangat "Kementerian Sosial hemat, layanan hebat, tanpa korupsi."
Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan pengangkatan pejabat fungsional, pengambilan sumpah jabatan, pembacaan Pakta Integritas, penandatanganan berita acara secara simbolis, penyampaian sambutan, dan diakhiri dengan doa bersama.(AS/JO).

.jpg)
.jpg)












