- Sachrudin: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Perkuat Pendidikan
- Kembali Gelar Uji Emisi, Maryono: Jaga Kualitas Udara dan Budayakan Kendaraan Terawat.
- Bersama OJK, Sekda Dorong Pegawai Cerdas Kelola Keuangan, Bijak Berinvestasi
- Bersama OJK, Sekda Dorong Pegawai Cerdas Kelola Keuangan, Bijak Berinvestasi
- Heru Kecam Pernyataan Wali Kota Blitar Putar Balik Fakta Surat KONI Tak Direspon
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
- BBWS Jatim Warning Penambang Galian C Ilegal Acam Kurungan Penjara.
- Bali Harmony Encounter Week 2026 Soroti AI, Martabat Manusia dan Masa Depan Berkelanjutan
- Jalan Margonda Disemprot Mobil AWC, Polisi Imbau Warga Pakai Masker
- Antisipasi Abu Vulkanik, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat Turun Langsung Bagikan Masker
Heru Kecam Pernyataan Wali Kota Blitar Putar Balik Fakta Surat KONI Tak Direspon

Keterangan Gambar : Wakil Ketua KONI Kota Blitar Heru Santoso memberikan keterangan terkait polemik komunikasi KONI dengan Pemerintah Kota Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Wakil Ketua KONI Kota Blitar, Heru Santoso menanggapi pernyataan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang menyatakan pihak KONI tidak memahami aturan dan menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan pengurus KONI.
Menurut Heru, pernyataan yang disampaikan Wali Kota di media tersebut tidak benar dan mengabaikan upaya formal yang telah dilakukan organisasi sejak lama.
"Penyampaian Wali Kota di media merupakan penyampaian yang tidak benar. Kami sejak dulu membuat surat resmi sebanyak 3 kali untuk mengajukan Audiensi, namun tidak ada tanggapan sama sekali," kata Heru Santoso, Rabu (09/09/26).
Baca Lainnya :
- Heru Kecam Pernyataan Wali Kota Blitar Putar Balik Fakta Surat KONI Tak Direspon
- Pengurus KONI Kota Blitar Keluhkan Anggaran Cabor Tak Kunjung Cair
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Apresiasi Penggerak Ekonomi Digital, Menteri UMKM Ajak Ojol Nobar Final Piala Dunia 2026
Kebuntuan komunikasi inilah yang akhirnya mendorong para pengurus dan perwakilan berbagai cabang olahraga untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun, saat aksi berlangsung di depan Kantor Wali Kota Blitar, Wali Kota justru tidak menemui mereka dan dikabarkan meninggalkan lokasi.
"Akhirnya dengan kebuntuan informasi dari Pemerintah Kota, teman-teman pengurus dan Cabor turun ke jalan. Itu saja tidak ditemui, malah keluar dan lari. Masyarakat harus tahu hal ini," tegas Heru.
Lebih jauh Heru menyampaikan, sehari sebelum Plt Ketua KONI Kota Blitar Elim Tyu Samba, bersama pimpinan DPRD, sejumlah anggota dewan, serta ratusan atlet dan pengurus berbagai cabang olahraga menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Blitar, telah beredar pesan ajakan mobilisasi bernada provokatif di grup WhatsApp yang diduga berasal dari lingkaran terdekat Wali Kota Blitar.
Dalam pesan yang beredar bertajuk "Salam SAE", tertulis ajakan tegas untuk membela Wali Kota Blitar dengan sebutan "Pasukan Mas Wali". Isi pesan tersebut berbunyi:
"Hari2 ini Loyalitas/Militansi kita di uji dengan adanya kelompok yg mengatasnamakan KONI KOTA BLITAR menyerang dan rusuh Pimpinan kita Mas Walikota terkait penataan dan pengelolaan kebijakan Pemerintahan. kita sebagai Pasukan Mas Wali, Ayo !! Rapatkan barisan membela Mas Wali bsok pagi hadir (titik kumpul) di Telkom untuk Non KeAmanan, KeAmanan (titik kumpul ) Halaman Pemkot,jam 7.30 Wib.untuk mem-backup pemerintah yg di pimpin Mas Wali. Demikian untuk menjadikan perhatian dan dilaksanakan."
Selain ajakan mobilisasi massa, juga beredar poster bernada provokatif berisi ungkapan berbahasa Jawa: "Kulo Tiyang Jawi, Mboten Alus Nggeh Mboten Kasar. Di Alusi Nggih Ngerti, Di Kasari Yo Wani," disertai kalimat penutup "Ente Jual, Gue Borooong…". Poster yang menampilkan dua orang bersilat tersebut tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, dinilai bernada konfrontatif serta berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Heru Santoso menegaskan, bahwa beredarnya pesan ajakan mobilisasi massa sekaligus poster bernada tantangan tersebut menjadi indikasi adanya upaya memanaskan situasi sebelum aksi berlangsung.
"Pesan ajakan berkumpul dengan sebutan 'Pasukan Mas Wali' serta poster bernada tantangan itu jelas mengandung unsur provokasi yang memperuncing ketegangan sebelum aksi tuntutan KONI berlangsung. Hal ini sangat disayangkan karena berpotensi memecah belah persatuan masyarakat Kota Blitar," tandas Heru Santoso.
Heru berharap permasalahan ini dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan transparan, bukan dengan saling tuduh atau menutup akses komunikasi. Pihaknya tetap menginginkan pemenuhan hak-hak organisasi dan atlet yang selama ini tertunda, demi kemajuan olahraga Kota Blitar. ( za/mp )













