- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.

Keterangan Gambar : Foto dok Kemenhub
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Layanan transportasi darat, laut, dan udara di sejumlah wilayah Kalimantan tetap berjalan normal di tengah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional transportasi tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, aktivitas pergerakan penumpang maupun distribusi logistik masih berlangsung sesuai standar keselamatan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi karhutla, kualitas udara, serta dampaknya terhadap kelancaran layanan transportasi.
Baca Lainnya :
- Jakarta-New York Tukar Pengalaman Atasi Masalah Perkotaan, Jakarta Bond Jadi Sorotan
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Peduli Karhutla, DWP Barito Utara Salurkan Bantuan untuk Dukung Petugas di Lapangan
- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
"Memang ada beberapa penerbangan yang terdampak, terutama dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Namun, situasi sudah berangsur kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan," ujar Dudy di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Dudy, berdasarkan laporan di lapangan, kondisi kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut antara lain terlihat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Secara umum, layanan angkutan laut, udara, maupun bus masih beroperasi untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terpenuhi.
Namun, Kemenhub tetap meminta masyarakat memperhatikan perkembangan kondisi sebelum melakukan perjalanan, khususnya bagi pengguna transportasi udara yang berpotensi terdampak perubahan jarak pandang akibat kabut asap.
Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Pemadaman Karhutla
Selain memastikan layanan transportasi tetap berjalan, Kemenhub turut mendukung upaya pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk membantu kegiatan pemadaman serta penanganan dampak bencana karhutla.
Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub telah memproses sebanyak 35 izin khusus penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung penanganan bencana.
Pesawat asing yang telah mendapatkan izin khusus tersebut juga dapat dipindahkan atau direposisi ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.
Kemenhub menyebut fleksibilitas reposisi pesawat diperlukan mengingat kondisi karhutla dapat berubah sewaktu-waktu. Pesawat yang telah mendapatkan izin khusus dapat dipindahkan ke lokasi lain yang terdampak bencana.
Dalam prosesnya, operator pesawat cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam terkait reposisi tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi dukungan udara ke wilayah yang membutuhkan, sekaligus memperkuat respons pemerintah dalam menghadapi karhutla di Kalimantan.( AS/MP).




.jpg)










