Bersama OJK, Sekda Dorong Pegawai Cerdas Kelola Keuangan, Bijak Berinvestasi

By Titus MP 09 Sep 2026, 14:10:42 WIB Tangerang Kota
Bersama OJK, Sekda Dorong Pegawai Cerdas Kelola Keuangan, Bijak Berinvestasi

Keterangan Gambar : Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman saat membuka Edukasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Pasar Modal bagi ASN


Megapolitanpos.com Tangerang - Memiliki akses ke produk keuangan belum cukup. Masyarakat juga perlu memahami manfaat, biaya, dan risikonya agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, termasuk dalam berinvestasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat membuka Edukasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, hasil kolaborasi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Tangerang dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten di Patio Puspem Kota Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Herman mengatakan, ASN dan PPPK tidak hanya berperan dalam pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga dapat menjadi contoh dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat, baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Baca Lainnya :

“Ketika ASN memiliki literasi keuangan yang baik, manfaatnya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Pengetahuan itu bisa dibawa ke keluarga, lingkungan kerja, bahkan masyarakat,” ujar Herman.

Oleh karena itu, ia mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar pengenalan saham, reksa dana, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya, tetapi sebagai bekal untuk mengelola keuangan dan merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 OJK bersama Badan Pusat Statistik, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

“Akses terhadap produk keuangan sudah sangat tinggi, tetapi pemahamannya masih perlu diperkuat. Masyarakat harus memahami manfaat, biaya, risiko, serta hak dan kewajibannya sebelum menggunakan produk keuangan,” jelasnya.

Menurut Herman, hal tersebut menjadi semakin penting dalam investasi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil keputusan hanya karena ikut tren, ajakan orang lain, atau tergiur keuntungan tinggi.

“Jangan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau tergiur keuntungan besar. Investasi bukan hanya soal berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi juga seberapa besar risiko yang sanggup kita tanggung,” tegas Herman.

Ia berharap, kolaborasi Pemkot Tangerang dan OJK terus diperkuat agar edukasi keuangan semakin luas dan mampu membangun masyarakat yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

“Literasi keuangan pada akhirnya bukan sekadar tentang investasi, tetapi bagaimana kita mengelola keuangan dengan bijak dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya.(Tus)




  • Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.

    🕔20:33:25, 08 Okt 2026
  • HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.

    🕔20:23:55, 08 Okt 2026
  • Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.

    🕔22:10:30, 07 Okt 2026
  • Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.

    🕔17:58:40, 02 Okt 2026
  • Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.

    🕔17:52:07, 02 Okt 2026