- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
ArtChipelaGong: Pergelaran Tarian Nusantara dari Komunitas Perempuan Menari Siap Catatkan Rekor MURI
.jpg)
Keterangan Gambar : Komunitas Perempuan Menari (KPM) dengan bangga mempersembahkan ArtChipelaGong
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Komunitas Perempuan Menari (KPM) dengan bangga mempersembahkan ArtChipelaGong, sebuah pergelaran seni budaya yang menampilkan keindahan tari tradisional Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Acara ini akan diselenggarakan pada 26 Oktober 2024, di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dan menghadirkan tarian khas dari berbagai provinsi di Indonesia yang dikoreografi secara khusus untuk pergelaran ini.
Nama ArtChipelaGong merupakan gabungan dari kata "Art" (seni), "Archipelago" (kepulauan), dan "Gong" (instrumen musik khas Indonesia), melambangkan kesatuan kesenian dari seluruh provinsi Indonesia, dengan gong sebagai simbol penghubung setiap rangkaian tari. Sebanyak 38 provinsi akan diwakili melalui tarian tradisional yang menggambarkan keunikan budaya masing-masing wilayah. Zona budaya seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua akan disajikan melalui koreografi yang dirancang secara cermat untuk menjaga identitas setiap daerah agar tetap otentik.
“Kami ingin menghadirkan pergelaran yang berbeda. Tidak hanya menampilkan tarian dari 38 provinsi, tetapi juga mengombinasikan koreografi yang mampu menonjolkan ciri khas setiap daerah, sehingga tidak tampak seperti medley biasa,” ujar Supriadi Arsyad atau yang lebih akrab dipanggil Bang Ucuy, selaku koreografer utama dan sutradara pergelaran ArtChipelaGong, dalam keterangan yang diterima Jumat (11/10).
Baca Lainnya :
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Lewat Grup WhatsApp, Diduga Koordinir Siswa Baru Beli Seragam di Toko Tertentu
- Tradisi Bersih Desa Sumberagung Wujudkan Integral Kebhinekaan Nusantara
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
Dalam pergelaran ArtChipelaGong ini, KPM juga berkolaborasi dengan Armonia Choir Indonesia, yang akan membawakan lagu-lagu medley yang terdiri dari Enggo Lari, Sajojo, Sipatokaan, Jangkrik Genggong, dan Rambadia. Kolaborasi ini akan memperkaya pergelaran dengan perpaduan vokal indah, musik tradisional live, serta penggunaan sequencer modern, memberikan sentuhan spesial pada segmen-segmen tari tertentu.
Pergelaran ArtChipelaGong didaftarkan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori "Fragmen Tari Nusantara dengan Jumlah Provinsi Terbanyak". Upaya ini merupakan langkah Komunitas Perempuan Menari (KPM) untuk tidak hanya mencetak prestasi nasional, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke melalui seni tari.
Dukungan datang dari Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono, pendiri MURI, yang telah lama mengikuti perjalanan KPM. Keduanya merasa bahwa KPM memiliki kapasitas untuk mencatatkan rekor MURI dan menantang KPM untuk menghadirkan pergelaran yang pantas mendapatkan pengakuan tersebut. Tantangan ini menjadi dorongan bagi KPM untuk membuktikan komitmennya dalam melestarikan budaya dan seni tari tradisional Indonesia.
Seiring dengan penambahan jumlah provinsi di Indonesia, ArtChipelaGong diharapkan menjadi momen bersejarah yang dapat menggambarkan keragaman budaya Nusantara sekaligus menampilkan kekayaan seni tari dan musik tradisional dari seluruh pelosok negeri.
“Kami berterima kasih kepada semua penonton yang telah membeli tiket dan berencana menyaksikan pergelaran kami. Harapan kami, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar tentang kekayaan budaya Indonesia yang sangat luas. Kami, perempuan berusia 10 hingga 60 tahun, tetap bersemangat mempertahankan tradisi seni tari Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi,” ujar Listiany Kartawidjaya, Ketua Pergelaran ArtChipelaGong sekaligus Founder Komunitas Perempuan Menari.
Pergelaran ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, BSI, Mustika Ratu, serta sponsor lainnya seperti Bosowa, Medco, Natur-e, ABC, Coca-Cola, dan lainnya.
Tentang Komunitas Perempuan Menari
Komunitas Perempuan Menari (KPM) didirikan pada 6 Januari 2018, dan beranggotakan sekitar 100 perempuan berusia 10-60 tahun dari berbagai profesi. Misi utama komunitas ini adalah melestarikan seni budaya, khususnya seni tari tradisional Indonesia. Sejak didirikan, KPM secara rutin menyelenggarakan pergelaran tahunan yang mengangkat nilai-nilai tradisi Nusantara. Beberapa pergelaran yang telah diselenggarakan oleh KPM antara lain:
- Seloka Swarnadwipa (2018)
- Pesona Timur (2019)
- Genderang Swargabhumi (2020)
- Dayana Dwipantara (2022)
- Renggana (2023)
(Reporter; Achmad Sholeh Alek).

.jpg)










.jpg)




